• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Kesesuaian Pemberian Antikoagulan dan Antiplatelet pada Pasien Stemi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping

    Thumbnail
    View/Open
    21613195.pdf (3.242Mb)
    Date
    2025
    Author
    Phangastika, Najvania
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Penyakit jantung, khususnya Sindrom Koroner Akut (SKA) tipe ST- Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia maupun di Indonesia dengan Yogyakarta menjadi provinsi dengan tingkat prevalensi penyakit jantung tertinggi di Indonesia mencapai 1,67%. Tatalaksana STEMI memerlukan terapi reperfusi secepatnya dengan juga memberikan terapi pendukung berupa antikoagulan dan antiplatelet untuk mengurangi kejadian infark berulang. Tujuan: Untuk mengevaluasi kesesuaian pemberian antikoagulan dan antiplatelet pada penanganan pasien STEMI di RS PKU Muhammadiyah Gamping serta mengetahui profil terapi tersebut. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross- sectional menggunakan data retrospektif dari rekam medis pasien yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping periode 2022-2024. Analisis Data: Data yang dikumpulkan dari rekam medis pasien meliputi data demografi pasien, klinis, dan penggunaan obat. Selanjutnya, pengolahan data akan dilakukan secara deskriptif menggunakan microsoft excel. Hasil: Sebanyak 399 pasien dimasukkan dalam penelitian ini dengan sebagian besar pasien adalah laki-laki (84,71%), berusia >50 tahun (80,20%), berpendidikan menengah (74,69%), masih perokok aktif (54,39%), hanya 46,87% pasien yang datang <6 jam sejak gejala muncul. Antikoagulan yang paling banyak diberikan adalah unfractionated heparin (47,37%), sedangkan antiplatelet yang paling banyak diberikan adalah kombinasi aspirin 4 tablet dan clopidogrel 4 tablet. Kesesuaian antikoagulan dan antiplatelet berdasarkan dosis dan regimen secara berurutan adalah 30,83% dan 81,20%. Kesimpulan: Pemberian antitrombotik pada pasien STEMI di RS PKU Muhammadiyah Gamping secara umum telah sesuai dengan pedoman terapi. Implementasi kombinasi dual antiplatelet therapy (DAPT) menunjukkan penerapan tata laksana farmakologis yang cukup baik. Masih diperlukan evaluasi dan optimalisasi untuk meningkatkan kesesuaian terapi antikoagulan untuk mendukung keberhasilan penanganan STEMI
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57941
    Collections
    • Pharmacy [1896]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV