| dc.description.abstract | Latar belakang: Malaria tetap menjadi isu kesehatan global, diperparah oleh
resistansi terhadap terapi atermisinin. Kondisi ini mendorong pencarian alternatif
alami, salah satunya Vitex trifolia L. yang berpotensi menghambat polimerisasi hem,
proses penting dalam patogenesis malaria.
Tujuan: Mengidentifikasi senyawa yang terkandung dalam fraksi metanol V.trifolia
L. dan menilai potensi antimalaria melalui penghambat polimerisasi hem.
Metode: V.trifolia L. diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96%, dilanjutkan
dengan fraksinasi menggunakan metode kromatografi cair vakum (KCV) dengan
pelarut metanol. Identifikasi senyawa dianalisis menggunakan kromatografi lapis
tipis (KLT). Penghambatan hem diuji menggunakan heme polymerization inhibition
assay (HPIA) dan didapatkan hasil nilai IC50.
Hasil: Identifikasi KLT ekstrak etanol 96% mengandung flavonoid, terpenoid,
triterpenoid, saponin, dan steroid, sedangkan fraksi metanol mengandung flavonoid,
fenolik, triterpenoid, saponin, dan steroid. Hasil IC50 dari klorokuin menunjukkan
nilai sebesar 12,00 ± 0,19 μg/mL. Ekstrak etanol 96% menunjukkan aktivitas
sebesar 13,853 ± 1,144 μg/mL, dan fraksi metanol menunjukkan aktivitas sebesar
43,841 ± 0,154 μg/mL.
Kesimpulan: Ekstrak etanol 96% maupun fraksi metanol mengandung flavonoid,
triterpenoid, saponin, dan steroid, dengan perbedaan ekstrak etanol 96%
mengandung terpenoid, sementara fraksi metanol mengandung senyawa fenolik.
Dibandingkan dengan klorokuin, ekstrak etanol 96% menunjukkan aktivitas
antiplasmodium yang sebanding, sedangkan fraksi metanol menunjukkan aktivitas
yang jauh lebih rendah. | en_US |