• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Antimalarial Activity of Ethanol Extract and Methanol Fraction from Vitex Trifolia Leaves: an Inhibition of Heme Polymerization Assay

    Thumbnail
    View/Open
    21613092.pdf (4.200Mb)
    Date
    2025
    Author
    Az Zahra, Nanda Ghefira
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Malaria tetap menjadi isu kesehatan global, diperparah oleh resistansi terhadap terapi atermisinin. Kondisi ini mendorong pencarian alternatif alami, salah satunya Vitex trifolia L. yang berpotensi menghambat polimerisasi hem, proses penting dalam patogenesis malaria. Tujuan: Mengidentifikasi senyawa yang terkandung dalam fraksi metanol V.trifolia L. dan menilai potensi antimalaria melalui penghambat polimerisasi hem. Metode: V.trifolia L. diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan metode kromatografi cair vakum (KCV) dengan pelarut metanol. Identifikasi senyawa dianalisis menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Penghambatan hem diuji menggunakan heme polymerization inhibition assay (HPIA) dan didapatkan hasil nilai IC50. Hasil: Identifikasi KLT ekstrak etanol 96% mengandung flavonoid, terpenoid, triterpenoid, saponin, dan steroid, sedangkan fraksi metanol mengandung flavonoid, fenolik, triterpenoid, saponin, dan steroid. Hasil IC50 dari klorokuin menunjukkan nilai sebesar 12,00 ± 0,19 μg/mL. Ekstrak etanol 96% menunjukkan aktivitas sebesar 13,853 ± 1,144 μg/mL, dan fraksi metanol menunjukkan aktivitas sebesar 43,841 ± 0,154 μg/mL. Kesimpulan: Ekstrak etanol 96% maupun fraksi metanol mengandung flavonoid, triterpenoid, saponin, dan steroid, dengan perbedaan ekstrak etanol 96% mengandung terpenoid, sementara fraksi metanol mengandung senyawa fenolik. Dibandingkan dengan klorokuin, ekstrak etanol 96% menunjukkan aktivitas antiplasmodium yang sebanding, sedangkan fraksi metanol menunjukkan aktivitas yang jauh lebih rendah.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57883
    Collections
    • Pharmacy [1896]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV