Pemodelan Sarima-copula dalam menentukan Harga Premi Asuransi Pertanian Berbasis Indeks Curah Hujan (Studi Kasus : Komoditas Cabai Rawit di Provinsi Jawa Timur Tahun 2022-2024)
Abstract
Indonesia merupakan negara agraris dengan sumber daya alam yang melimpah,
dimana sektor pertanian berperan penting dalam perekonomian. Cabai rawit
menjadi salah satu komoditas utama pada sektor pertanian, tetapi rentan terhadap
perubahan iklim dan fluktuasi harga. Asuransi pertanian berbasis indeks khususnya
curah hujan menjadi solusi untuk melindungi petani dari risiko tersebut. Untuk
meningkatkan efektivitas asuransi, penelitian ini menggunakan metode SARIMA
yang digunakan untuk menganalisis pola musiman dalam data curah hujan dan
harga cabai, sementara Copula membantu dalam memahami hubungan
antarvariabel tanpa asumsi distribusi tertentu. Dalam penelitian ini digunakan data
harian indeks curah hujan dan data harian harga komoditas cabai rawit di Provinsi
Jawa Timur pada periode 2022-2024. Didapatkan hasil bahwa Copula Clayton
sebagai model terbaik dengan nilai parameter θ = 2.727. Artinya, ketika curah hujan
berada pada tingkat yang sangat rendah, harga cabai cenderung juga mengalami
perubahan ekstrem, seperti lonjakan akibat terganggunya produksi, serta
didapatkan hasil premi pada tingkat coverage 55%, premi musim tanam sebesar Rp
26,259/kg dan musim panen Rp 5,749/kg. Pada coverage 65%, premi musim tanam
Rp 28,046/kg dan musim panen Rp 7,689/kg. Coverage 75% memiliki premi Rp
29,280/kg pada musim tanam dan Rp 10,588/kg pada musim panen. Sementara itu,
coverage 85% menunjukkan nilai premi Rp 30,181/kg untuk musim tanam dan Rp
13,232/kg untuk musim panen. Pada coverage tertinggi, yaitu 95%, premi musim
tanam adalah Rp 30,939/kg dan musim panen Rp 15,653/kg. Pola ini
mencerminkan bahwa semakin tinggi cakupan perlindungan, semakin tinggi pula
biaya premi.
Collections
- Statistics [1327]
