• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Kesesuaian Pemberian Antikoagulan dan Antiplatelet pada Pasien STEMI di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    21613231.pdf (1.977Mb)
    Date
    2025
    Author
    Phonna, Cut Fiya Dara
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) memerlukan terapi antikoagulan dan antiplatelet yang tepat untuk mencegah trombus dengan minimal komplikasi pendarahan. Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta memiliki prevalensi penyakit jantung tertinggi di Indonesia, sehingga evaluasi kesesuaian antikoagulan dan antiplatelet pada pasien penting dilakukan. Tujuan: Mengetahui profil, tingkat kesesuaian, dan faktor yang memengaruhi kesesuaian pemberian antikoagulan dan antiplatelet pada pasien STEMI di Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Yogyakarta (PKUMY). Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional cross-sectional dengan data dari rekam medis pasien STEMI di RS PKUMY periode 2022-2024. Data dianalisis secara deskriptif serta statistik inferensial menggunakan metode regresi logistik binomial dengan software R. Hasil: Antikoagulan yang paling banyak digunakan adalah fondaparinux 2,5 mg sekali sehari (43,46%), dan lebih banyak diberikan sesudah fibrinolisis (53,80%). Antiplatelet yang paling banyak digunakan adalah kombinasi aspirin 80 mg dan clopidogrel 75 mg (69,16%), dengan waktu pemberian paling banyak sebelum fibrinolisis (39,25%). Tingkat kesesuaian terapi antikoagulan hanya 17,76%, sedangkan antiplatelet 40,19%. Regresi logistik binomial menunjukkan faktor pemberian fibrinolisis berpengaruh signifikan terhadap kesesuaian pemberian antikoagulan dana antiplatelet (p < 0,001). Kesimpulan: Kesesuaian pemberian terapi antikoagulan dan antiplatelet pada pasien STEMI di RS PKUMY periode 2022-2024 masih tergolong rendah. Pemberian fibrinolisis terbukti memiliki hubungan dengan kesesuaian pemberian antikoagulan dan antiplatelet. Hal ini mencerminkan perlunya peningkatan kepatuhan terhadap pedoman klinis, serta evaluasi rutin berbasis pendekatan individual kepada pasien.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57863
    Collections
    • Pharmacy [1896]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV