Show simple item record

dc.contributor.authorMaulana, Aditya Teguh
dc.date.accessioned2025-09-27T04:53:46Z
dc.date.available2025-09-27T04:53:46Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57861
dc.description.abstractInflasi merupakan indikator penting yang merefleksikan kestabilan ekonomi suatu wilayah, termasuk di Provinsi D.I. Yogyakarta. Peramalan inflasi yang akurat diperlukan untuk mendukung perumusan kebijakan ekonomi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja tiga metode peramalan, yaitu Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA), dan Extreme Learning Machine (ELM), dalam memodelkan dan memprediksi inflasi bulanan di Provinsi D.I. Yogyakarta. Data yang digunakan adalah data inflasi bulanan dari Januari 2014 hingga Desember 2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Model dievaluasi menggunakan indikator Mean Absolute Percentage Error (MAPE) untuk mengukur tingkat akurasi prediksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model SARIMA memberikan hasil terbaik dengan nilai MAPE sebesar 8.88%, diikuti oleh ELM sebesar 11.02%, dan ARIMA sebesar 13.9%. Hal ini menunjukkan bahwa SARIMA mampu menangkap pola musiman dengan lebih baik dibandingkan dua metode lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa model berbasis musiman lebih efektif dalam memprediksi inflasi di wilayah dengan pola tahunan yang konsisten. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemilihan metode peramalan yang tepat guna mendukung pengambilan keputusan dan perencanaan kebijakan ekonomi daerah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectARIMAen_US
dc.subjectELMen_US
dc.subjectInflasien_US
dc.subjectSARIMAen_US
dc.titlePerbandingan Metode Arima, Sarima dan ELM dalam Peramalan Inflasi di Provinsi D.I. Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21611066


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record