| dc.description.abstract | Inflasi merupakan indikator penting yang merefleksikan kestabilan ekonomi
suatu wilayah, termasuk di Provinsi D.I. Yogyakarta. Peramalan inflasi yang akurat
diperlukan untuk mendukung perumusan kebijakan ekonomi yang efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja tiga metode peramalan,
yaitu Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), Seasonal
Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA), dan Extreme Learning
Machine (ELM), dalam memodelkan dan memprediksi inflasi bulanan di Provinsi
D.I. Yogyakarta. Data yang digunakan adalah data inflasi bulanan dari Januari 2014
hingga Desember 2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Model
dievaluasi menggunakan indikator Mean Absolute Percentage Error (MAPE)
untuk mengukur tingkat akurasi prediksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model
SARIMA memberikan hasil terbaik dengan nilai MAPE sebesar 8.88%, diikuti oleh
ELM sebesar 11.02%, dan ARIMA sebesar 13.9%. Hal ini menunjukkan bahwa
SARIMA mampu menangkap pola musiman dengan lebih baik dibandingkan dua
metode lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa model berbasis musiman lebih
efektif dalam memprediksi inflasi di wilayah dengan pola tahunan yang konsisten.
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemilihan metode
peramalan yang tepat guna mendukung pengambilan keputusan dan perencanaan
kebijakan ekonomi daerah. | en_US |