| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan
stres kerja pada karyawan bank. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tekanan kerja
yang dirasakan, yang berdampak pada kesejahteraan karyawan. Sebanyak 158 orang
karyawan bank dijadikan partisipan dalam penelitian ini, dengan karakteristik usia dewasa
awal hingga dewasa madya. Metode korelasional digunakan dalam penelitian ini, dengan
instrumen yang terdiri dari Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) sebanyak 25
item dan skala stres kerja dari Pristiawati et al. (2022) sebanyak 48 item yang mencakup
dimensi role overload, role conflict, role ambiguity, dan responsibility. Data dianalisis
menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas, dan uji korelasi
Spearman. Dari hasil analisis, ditemukan adanya hubungan negatif yang sangat kuat dan
signifikan antara resiliensi dan stres kerja (r = -0,817; R2 = 66,7%; p = 0,00). Hal ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat resiliensi yang dimiliki, maka semakin rendah
tingkat stres kerja yang dirasakan. Temuan ini sejalan dengan hasil-hasil penelitian
sebelumnya yang telah menekankan pentingnya peran resiliensi dalam menurunkan tingkat
stres kerja. Melalui hasil tersebut, disarankan agar institusi perbankan mengembangkan
program pelatihan peningkatan resiliensi dan menciptakan lingkungan kerja yang suportif.
Untuk penelitian selanjutnya, dianjurkan agar melibatkan sampel yang lebih beragam serta
menggunakan metode campuran, sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih mendalam dan
komprehensif. | en_US |