Pengembangan Sistem Penghantaran Minyak Atsiri Lavender (Lavandula Angustifolia Mill.) dan Pepermin (Mentha Piperita L.) Berbasis Nanoliposom Sebagai Penumbuh Rambut pada Tikus Putih Jantan Galur Sprague Dawley
Abstract
Kerontokan dan kebotakan merupakan masalah rambut yang dapat terjadi
pada pria dan wanita di semua rentang usia yang dapat menyebabkan penurunan
kepercayaan diri dan kualitas hidup seseorang. Kandungan senyawa linalool dalam
minyak atsiri lavender (MAL), dan menthol dalam minyak atsiri pepermin (MAP)
telah dibuktikan memiliki aktivitas merangsang pertumbuhan rambut. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan sistem penghantaran dengan basis nanoliposom
untuk meningkatkan efektivitas MAP dan MAL sebagai alternatif penumbuh
rambut. Nanoliposom diformulasikan menggunakan kombinasi MAL, MAP,
Lipoid Phospholipon 80 H, serta Lipoid PhytoSolve 4021 dengan metode hidrasi
lapis tipis yang kemudian dibentuk menjadi sediaan gel nanoliposom untuk diamati
karakteristik fisik sediaan. Uji iritasi dan uji efektivitas pertumbuhan rambut
dilakukan pada tikus putih jantan galur Sprague Dawley selama 1 bulan dengan
periode sampling pada hari ke-7, 14, 21 dan 30 yang diamati secara makroskopis
dan mikroskopis. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk
menilai hasil uji karakterisasi sediaan, serta analisis data efektivitas pertumbuhan
rambut melalui uji statistik metode One-Way ANOVA dan uji Post-Hoc.
Nanoliposom MAP, MAL dan kombinasi yang dihasilkan memiliki konsistensi
sedikit berlemak, aroma lavender dan pepermin yang khas, warna kuning susu, dan
homogenitas yang baik, serta morfologi bentuk spheris single layer tanpa agregasi
melalui pengamatan dengan transmission electron microscope. Hasil particle size
analyzer menunjukkan nanoliposom MAP, MAL dan kombinasi secara urut
memiliki ukuran 83,0 ± 3,2 nm ; 96,7 ± 1,9 nm dan 96,4 ± 3,5 nm dengan nilai
indeks polidispersitas 0,4 ± 0,003 ; 0,4 ± 0,02 dan 0,5 ± 0,01 serta nilai zeta
potensial -14,4 ± 0,3 mV ; -12,6 ± 0,5 mV dan -16,3 ± 0,3 mV. Karakterisasi gel
nanoliposom yang dibentuk telah memenuhi persyaratan keberterimaan sediaan gel
meliputi pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan angka lempeng total.
Pengamatan selama 1 bulan penggunaan gel nanoliposom MAL, MAP, dan
kombinasi pada hewan uji tidak menunjukkan efek iritasi, serta melalui pengamatan
makroskopis dan mikroskopis menunjukkan pertumbuhan rambut yang berbeda
signifikan (p<0,0001) dibandingkan seluruh kelompok pembanding pada hewan uji
sejak minggu pertama pengamatan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
sistem penghantar berbasis nanoliposom dapat meningkatkan efektivitas
penggunaan MAL dan MAP sebagai penumbuh rambut.
Collections
- Master of Pharmacy [32]
