• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengembangan Sistem Penghantaran Minyak Atsiri Lavender (Lavandula Angustifolia Mill.) dan Pepermin (Mentha Piperita L.) Berbasis Nanoliposom Sebagai Penumbuh Rambut pada Tikus Putih Jantan Galur Sprague Dawley

    Thumbnail
    View/Open
    22924004.pdf (8.189Mb)
    Date
    2025
    Author
    Trianloka, A. M. Bagas
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kerontokan dan kebotakan merupakan masalah rambut yang dapat terjadi pada pria dan wanita di semua rentang usia yang dapat menyebabkan penurunan kepercayaan diri dan kualitas hidup seseorang. Kandungan senyawa linalool dalam minyak atsiri lavender (MAL), dan menthol dalam minyak atsiri pepermin (MAP) telah dibuktikan memiliki aktivitas merangsang pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem penghantaran dengan basis nanoliposom untuk meningkatkan efektivitas MAP dan MAL sebagai alternatif penumbuh rambut. Nanoliposom diformulasikan menggunakan kombinasi MAL, MAP, Lipoid Phospholipon 80 H, serta Lipoid PhytoSolve 4021 dengan metode hidrasi lapis tipis yang kemudian dibentuk menjadi sediaan gel nanoliposom untuk diamati karakteristik fisik sediaan. Uji iritasi dan uji efektivitas pertumbuhan rambut dilakukan pada tikus putih jantan galur Sprague Dawley selama 1 bulan dengan periode sampling pada hari ke-7, 14, 21 dan 30 yang diamati secara makroskopis dan mikroskopis. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk menilai hasil uji karakterisasi sediaan, serta analisis data efektivitas pertumbuhan rambut melalui uji statistik metode One-Way ANOVA dan uji Post-Hoc. Nanoliposom MAP, MAL dan kombinasi yang dihasilkan memiliki konsistensi sedikit berlemak, aroma lavender dan pepermin yang khas, warna kuning susu, dan homogenitas yang baik, serta morfologi bentuk spheris single layer tanpa agregasi melalui pengamatan dengan transmission electron microscope. Hasil particle size analyzer menunjukkan nanoliposom MAP, MAL dan kombinasi secara urut memiliki ukuran 83,0 ± 3,2 nm ; 96,7 ± 1,9 nm dan 96,4 ± 3,5 nm dengan nilai indeks polidispersitas 0,4 ± 0,003 ; 0,4 ± 0,02 dan 0,5 ± 0,01 serta nilai zeta potensial -14,4 ± 0,3 mV ; -12,6 ± 0,5 mV dan -16,3 ± 0,3 mV. Karakterisasi gel nanoliposom yang dibentuk telah memenuhi persyaratan keberterimaan sediaan gel meliputi pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan angka lempeng total. Pengamatan selama 1 bulan penggunaan gel nanoliposom MAL, MAP, dan kombinasi pada hewan uji tidak menunjukkan efek iritasi, serta melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis menunjukkan pertumbuhan rambut yang berbeda signifikan (p<0,0001) dibandingkan seluruh kelompok pembanding pada hewan uji sejak minggu pertama pengamatan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penghantar berbasis nanoliposom dapat meningkatkan efektivitas penggunaan MAL dan MAP sebagai penumbuh rambut.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57807
    Collections
    • Master of Pharmacy [32]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV