| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong
meningkatnya interaksi melalui media sosial, termasuk TikTok yang kini menjadi
salah satu platform paling populer di Indonesia. Namun, popularitas ini turut
disertai dengan meningkatnya kasus cyberbullying yang muncul melalui kolom
komentar. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan komentar TikTok ke
dalam dua kategori, yaitu cyberbullying dan non-cyberbullying, menggunakan
metode embedding IndoBERT dan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM).
IndoBERT dimanfaatkan untuk merepresentasikan komentar dalam bahasa
Indonesia secara kontekstual, sementara LSTM digunakan untuk menangkap
urutan dan pola dalam data teks. Model terbaik yang dihasilkan dievaluasi
menggunakan data uji sebanyak 1,744 komentar, dengan hasil akurasi sebesar
89.79%, precision sebesar 86.756%, recall 77.92%, dan F1-Score 82.02% untuk
kelas cyberbullying. Sementara itu, performa pada kelas non-cyberbullying
menunjukkan nilai presisi 91%, recall 95%, dan F1-score 93%. Meskipun model
menunjukkan performa yang baik pada kelas non-cyberbullying, sensitivitas
terhadap komentar cyberbullying masih perlu ditingkatkan, terutama karena adanya
ketidakseimbangan data. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi IndoBERT dan
LSTM efektif dalam mengklasifikasikan komentar TikTok, terutama dalam
mendeteksi komentar non-cyberbullying, meskipun peningkatan lebih lanjut masih
diperlukan agar model lebih sensitif terhadap komentar bernuansa negatif yang
bersifat implisit atau kontekstual. | en_US |