• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perlindungan Hak Perempuan dan Anak dalam Kerangka Hukum Islam Pasca Perceraian (Studi Kasus di Lombok NTB)

    Thumbnail
    View/Open
    18933005.pdf (9.014Mb)
    Date
    2025
    Author
    Ramdhoni, L. Ahmad Syarkawi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perceraian di Lombok Nusa Tenggara Barat menyisakan permasalahan yang begitu akut secara psikologis bagi perempuan dan anak pasca perceraian, yakni tidak adanya tanggung jawab dari mantan suami untuk menafkahi mantan istri dan anaknya. Penelitian ini fokus pada tiga permasalahan mendasar yakni: Bagaimana implementasi perlindungan hak perempuan dan anak pasca perceraian dalam perspektif hukum Islam di Lombok?; Apa kendala penerapan hukum Islam dalam perlindungan hak perempuan dan anak pasca perceraian di Lombok NTB? dan bagaimana formulasi bentuk perlindungan hak perempuan dan anak di Lombok NTB?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didesign dengan penelitian literature review dan field research. Dengan memperhatikan socio legal theory dari Roscoe Pound, Teori Feminisme dan Hak Asasi Manusia berbasis gender, penelitian ini menggunakan konsep Zawajir dan Jawabir, Qiyas dan Maqashid Syari’ah Syaikh Abdullah bin Bayyah dan Syaikh Abd Madjid An-Najjar. Pengumpulan data dilakukan dengan proses interview dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta melakukan verifikasi. Temuan dan hasil penelitian ini bahwa penerapan hukum Islam dalam memberikan perlindungan hak perempuan dan anak pasca perceraian di Lombok NTB masih menghadapi kendala dikarenakan oleh faktor kuatnya budaya patriarkal di Lombok NTB, rendahnya kesadaran hukum, rendahnya pemahaman mengenai hukum Islam, lemahnya penegakan regulasi, serta adanya dualisme antara hukum Islam dan praktik adat di Lombok. Formulasi perlindungan hak perempuan dan anak pasca perceraian menggunakan pendekatan yang komprehensif, baik dari aspek hukum, sosial, maupun budaya. Pertama : Pendekatan Hukum Positif (Law Approach) dengan menetapkan besaran nafkah wajib bagi perempuan yang diceraikan selama belum menikah lagi sebesar 12,5 % dari penghasilan suami dan mengatur sanksi bagi ayah yang lalai serta menentukan jumlah nafkah anak secara langsung. Kedua: Pendekatan aspek sosial (Social Approach) dengan mengatur sanksi sosial. Ketiga: Pendekatan Budaya (Cultural Approach) : Peningkatan kesadaran hukum dengan sosialisasi dan kampanye yang proaktif untuk mengedukasi masyarakat tentang hak perempuan dan hak anak pasca perceraian
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57787
    Collections
    • Doctor of Islamic Law [51]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV