| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan dukungan
sosial dengan stres pada penyintas Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Hipotesis
yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan negatif antara self-compassion
dan dukungan sosial dengan tingkat stres pada penyintas GERD. Subjek dalam penelitian
ini berjumlah 252 orang yang telah didiagnosis GERD oleh dokter, dengan rentang usia
18–60 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berada pada usia dewasa awal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Pengumpulan data
dilakukan menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21), Self-
compassion Scale (SCS), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support
(MSPSS). Analisis data menggunakan aplikasi statistik Jamovi versi 2.6. Hasil uji regresi
menunjukkan bahwa model regresi signifikan (F = 34.200, p < 0.001), dengan nilai R =
0.464 dan R2 = 0.216. Artinya, self-compassion dan dukungan sosial secara bersama-sama
menjelaskan 21,6% variasi stres pada penyintas GERD. Hasil uji korelasi Pearson
menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan stres (r
= -0.464, p < 0.001), serta antara dukungan sosial dan stres (r = -0.165, p < 0.001). Temuan
ini mengonfirmasi hipotesis yang diajukan, bahwa semakin tinggi self-compassion dan
dukungan sosial, maka semakin rendah tingkat stres yang dirasakan. Self-compassion
memiliki kontribusi yang lebih besar dibandingkan dukungan sosial, sehingga faktor
internal lebih dominan dalam mengelola stres pada penyintas GERD. | en_US |