• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Psychology
    • Psychology
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Psychology
    • Psychology
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Peran Self-compassion dan Dukungan Sosial dengan Stres Pada Penyintas Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

    Thumbnail
    View/Open
    21320262.pdf (5.412Mb)
    Date
    2025
    Author
    Lubaba, Afra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan dukungan sosial dengan stres pada penyintas Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan negatif antara self-compassion dan dukungan sosial dengan tingkat stres pada penyintas GERD. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 252 orang yang telah didiagnosis GERD oleh dokter, dengan rentang usia 18–60 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berada pada usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21), Self- compassion Scale (SCS), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis data menggunakan aplikasi statistik Jamovi versi 2.6. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa model regresi signifikan (F = 34.200, p < 0.001), dengan nilai R = 0.464 dan R2 = 0.216. Artinya, self-compassion dan dukungan sosial secara bersama-sama menjelaskan 21,6% variasi stres pada penyintas GERD. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan stres (r = -0.464, p < 0.001), serta antara dukungan sosial dan stres (r = -0.165, p < 0.001). Temuan ini mengonfirmasi hipotesis yang diajukan, bahwa semakin tinggi self-compassion dan dukungan sosial, maka semakin rendah tingkat stres yang dirasakan. Self-compassion memiliki kontribusi yang lebih besar dibandingkan dukungan sosial, sehingga faktor internal lebih dominan dalam mengelola stres pada penyintas GERD.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57785
    Collections
    • Psychology [243]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV