| dc.description.abstract | Meniran (Phyllanthus niruri) merupakan tanaman herbal yang memiliki berbagai
aktivitas farmakologis, seperti antiinflamasi, antioksidan, dan imunomodulator. Meskipun
berpotensi sebagai bahan terapi yang menjanjikan, penggunaan ekstrak Meniran dalam
sediaan farmasi masih menghadapi kendala utama, yaitu kelarutan air yang rendah dan
bioavailabilitas yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas, dan
mengoptimalkan efek immunostimulan ekstrak Meniran berbasis Solid Self-Nanoemulsifying
Drug Delivery System (S-SNEDDS). Studi ini mencakup proses formulasi dengan metode
spray drying dan adsorpsi senyawa berpori, karakterisasi fisikokimia meliputi ukuran
partikel, polydispersity index, zeta potensial, stabilitas dipercepat, uji cemaran mikroba,
Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), Scanning
Electron Microscopy (SEM) serta uji imunostimulan secara in vitro. Formulasi S-SNEDDS
Meniran yang dikembangkan menggunakan bahan aktif berupa 1 gram ekstrak Meniran,
Tween 80 (15%), Labrasol (46%), dan manitol (23%) sebagai pembawa padat. Formulasi
terpilih menunjukkan karakteristik fisik yang optimal dengan ukuran partikel sebesar
33,57±7,52 nm, polydispersity index (PDI) sebesar 0,24±0,13, dan potensi zeta sebesar
23,8±0,26 mV, yang mengindikasikan kestabilan sistem nano serta distribusi partikel yang
seragam. Sifat alir serbuk menunjukkan performa yang sangat baik, dengan kecepatan alir
4,77 g/s dan sudut diam sebesar 12,23°. Uji cemaran mikroba memberikan hasil ≤ 10 CFU/g
(10y-0.137 and 10y-0.134 koloni/g) dan memenuhi persyaratan standar BPOM No. 32 tahun 2019
tentang Persyaratan dan Keamanan Mutu Obat Tradisional Hasil uji stabilitas dipercepat
menunjukkan sediaan S-SNEDDS cukup stabil selama penyimpanan dalam kondisi yang
dipercepat (40 ± 2°C/75 ± 5% RH) selama 3 bulan dalam stability chamber Analisis
morfologi melalui SEM dan struktur kristal menggunakan XRD mengonfirmasi bahwa
formulasi memiliki sifat semi kristralin. Selain itu, hasil FTIR mengidentifikasi keberadaan
gugus fungsi penting seperti O-H, C-H, dan C=O yang mendukung integritas bahan aktif
dalam formulasi. Uji imunostimulan in vitro dengan subjek uji sel RAW 264.7 dilakukan
untuk mengevaluasi potensi formulasi dalam meningkatkan respons imun. Hasil
menunjukkan bahwa S-SNEDDS Meniran dengan konsentrasi 99,48 μg/mL mampu
meningkatkan aktivitas fagositosis sel imun, namun formulasi ini memiliki efek
penghambatan terhadap produksi nitrogen oksida (NO). Hal ini mengindikasikan bahwa
mekanisme imunostimulan dari S-SNEDDS Meniran lebih terfokus pada pengaktifan
fagositosis dibandingkan stimulasi produksi NO. | en_US |