Show simple item record

dc.contributor.authorSari, Syafira Tri Nurmala
dc.date.accessioned2025-09-23T04:40:11Z
dc.date.available2025-09-23T04:40:11Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57751
dc.description.abstractMeniran (Phyllanthus niruri) merupakan tanaman herbal yang memiliki berbagai aktivitas farmakologis, seperti antiinflamasi, antioksidan, dan imunomodulator. Meskipun berpotensi sebagai bahan terapi yang menjanjikan, penggunaan ekstrak Meniran dalam sediaan farmasi masih menghadapi kendala utama, yaitu kelarutan air yang rendah dan bioavailabilitas yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas, dan mengoptimalkan efek immunostimulan ekstrak Meniran berbasis Solid Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (S-SNEDDS). Studi ini mencakup proses formulasi dengan metode spray drying dan adsorpsi senyawa berpori, karakterisasi fisikokimia meliputi ukuran partikel, polydispersity index, zeta potensial, stabilitas dipercepat, uji cemaran mikroba, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM) serta uji imunostimulan secara in vitro. Formulasi S-SNEDDS Meniran yang dikembangkan menggunakan bahan aktif berupa 1 gram ekstrak Meniran, Tween 80 (15%), Labrasol (46%), dan manitol (23%) sebagai pembawa padat. Formulasi terpilih menunjukkan karakteristik fisik yang optimal dengan ukuran partikel sebesar 33,57±7,52 nm, polydispersity index (PDI) sebesar 0,24±0,13, dan potensi zeta sebesar 23,8±0,26 mV, yang mengindikasikan kestabilan sistem nano serta distribusi partikel yang seragam. Sifat alir serbuk menunjukkan performa yang sangat baik, dengan kecepatan alir 4,77 g/s dan sudut diam sebesar 12,23°. Uji cemaran mikroba memberikan hasil ≤ 10 CFU/g (10y-0.137 and 10y-0.134 koloni/g) dan memenuhi persyaratan standar BPOM No. 32 tahun 2019 tentang Persyaratan dan Keamanan Mutu Obat Tradisional Hasil uji stabilitas dipercepat menunjukkan sediaan S-SNEDDS cukup stabil selama penyimpanan dalam kondisi yang dipercepat (40 ± 2°C/75 ± 5% RH) selama 3 bulan dalam stability chamber Analisis morfologi melalui SEM dan struktur kristal menggunakan XRD mengonfirmasi bahwa formulasi memiliki sifat semi kristralin. Selain itu, hasil FTIR mengidentifikasi keberadaan gugus fungsi penting seperti O-H, C-H, dan C=O yang mendukung integritas bahan aktif dalam formulasi. Uji imunostimulan in vitro dengan subjek uji sel RAW 264.7 dilakukan untuk mengevaluasi potensi formulasi dalam meningkatkan respons imun. Hasil menunjukkan bahwa S-SNEDDS Meniran dengan konsentrasi 99,48 μg/mL mampu meningkatkan aktivitas fagositosis sel imun, namun formulasi ini memiliki efek penghambatan terhadap produksi nitrogen oksida (NO). Hal ini mengindikasikan bahwa mekanisme imunostimulan dari S-SNEDDS Meniran lebih terfokus pada pengaktifan fagositosis dibandingkan stimulasi produksi NO.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPhyllanthus niruri Len_US
dc.subjectS-SNEDDSen_US
dc.subjectImunomodulatoren_US
dc.subjectSel RAW 264.7en_US
dc.titleFormulasi dan Karakterisasi Solid Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (S-snedds) Ekstrak Meniran (Phyllanthus Niruri L.) Terstandar Serta Uji Immunostimulan Secara In Vitro Pada Sel Raw 264.7en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23924015


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record