| dc.description.abstract | Latar belakang: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) memiliki berbagai
aktivitas farmakologis yang bermanfaat untuk tubuh, namun bioavailabilitasnya
yang rendah membutuhkan solusi integratif dalam mengatasi permasalahan
tersebut. Sediaan Solid Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (S-SNEDDS)
dikembangkan untuk meningkatkan kelarutan dan efektivitasnya. Dalam mengatasi
permasalahan tersebut, diperlukan evaluasi ketoksikan akut dalam sediaan S-
SNEDDS temulawak agar terjamin kualitas dan keamanannya.
Tujuan: Menilai toksisitas akut sediaan S-SNEDDS temulawak untuk menjamin
keamanannya.
Metode: Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode OECD 425 pada 11 ekor
tikus Wistar betina dengan pemberian dosis 175 hingga 2000 mg/kgBB.
Karakterisasi fisikokimia sediaan (ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan zeta
potensial) serta pengamatan gejala toksik, perubahan berat badan, dan morfologi
organ hati dan ginjal. Nilai LD50 dianalisis menggunakan software
AOT425Statpgm.
Hasil: Dengan ukuran partikel 103,6 nm; indeks polidispersitas 0,337; zeta
potensial −34,93 Mv; %Transmittan 96%. Tidak ditemukan kematian atau gejala
toksik berat. Organ hati dan ginjal tidak menunjukkan perubahan makroskopis
signifikan. Sehingga dapat diperoleh nilai LD50 S-SNEDDS temulawak > 2000
mg/kgBB.
Kesimpulan: Sediaan S-SNEDDS temulawak tidak menyebabkan gejala
ketoksikan aku pada hewan uji dengan nilai LD50 > 2000 mg/kgBB dan
dikategorikan aman untuk penggunaan jangka pendek. | en_US |