Analisis Klasterisasi K-medoids pada Data Gizi Susu Kemasan (Studi Kasus : Dampak Penanganan Profil Nutrisi Identik)
Abstract
Meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes pada anak
menekankan pentingnya pemilihan susu kemasan yang tepat, mengingat variasi
nutrisi dan potensi risiko kesehatan yang ditimbulkannya. Selain itu, keberadaan
data dengan profil nutrisi yang identik dalam analisis produk dapat memengaruhi
hasil pengelompokan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola
kandungan gizi produk susu kemasan di Indonesia menggunakan K-Medoids, dan
menganalisis dampak perlakuan terhadap entri berprofil identik (dipertahankan dan
dihapus) pada hasil pengelompokan. Data primer kandungan gizi dari 82 produk
susu kemasan (meliputi lima variabel utama) dianalisis setelah konversi satuan per
100 ml. Metode K-Medoids diterapkan pada dua pendekatan: data asli (82 produk,
termasuk entri-entri berprofil identik) dan data bersih (69 produk setelah 13 entri
dihapus). Kualitas klaster dievaluasi dengan Silhouette Score, DBI, dan Dunn
Index. Analisis deskriptif mengungkap variabilitas gizi yang signifikan. Kedua
pendekatan K-Medoids secara konsisten menghasilkan dua klaster optimal (K = 2),
yaitu "Kandungan Gizi Rendah" dan "Kandungan Gizi Tinggi". Meskipun profil
nutrisi inti kedua klaster relatif stabil antar pendekatan, penanganan entri berprofil
identik memengaruhi jumlah anggota klaster dan menyebabkan perpindahan
kategori pada produk individual tertentu. Dari sisi evaluasi, pendekatan tanpa entri
berprofil identik menunjukkan perbaikan pada DBI, sementara metode validasi lain
mengindikasikan struktur klaster yang tetap valid. Kesimpulannya, penanganan
data dengan profil nutrisi identik memiliki dampak yang terukur dan signifikan
pada hasil klasterisasi K-Medoids. Meskipun pendekatan tanpa entri identik
menghasilkan perbaikan pada DBI yang mengindikasikan batas klaster lebih tegas,
sedikit penurunan pada Silhouette Score dan Dunn Index menyiratkan bahwa
penghapusan entri identik mungkin telah mengurangi informasi mengenai
'kepadatan alami' dalam data. Pilihan pendekatan terbaik bergantung pada tujuan
analisis, di mana pendekatan tanpa entri identik lebih unggul untuk mendapatkan
klaster yang lebih 'bersih', sementara pendekatan dengan mempertahankan seluruh
data mungkin lebih baik dalam merepresentasikan distribusi asli pasar.
Collections
- Statistics [1327]
