| dc.description.abstract | Latar belakang: Propolis memiliki nilai pengobatan karena memiliki kandungan
senyawa seperti flavonoid yang bersifat antibakteri, antioksidan, dan
imunomodulator, tetapi kelarutan dalam airnya rendah yang berpengaruh terhadap
bioavailabilitasnya. Sistem penghantaran obat S-SNEDDS dapat meningkatkan
kelarutan, bioavailabilitas, stabilitas dan efektivitas obat. S-SNEDDS dirancang
untuk melepaskan bahan aktif dengan cepat di dalam tubuh, sehingga penting untuk
mengevaluasi efek toksik segera untuk memastikan keamanannya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek toksisitas akut dari
formulasi S-SNEDDS propolis untuk memastikan keamanan dari sediaan.
Metode: Penelitian menggunakan metode OECD 425 pada tikus jantan Wistar (6
ekor, sehat, usia 8-12 minggu. Sediaan S-SNEDDS propolis diberikan dengan dosis
2000 mg/kgBB, Pengamatan secara intensif selama 4 jam pertama, dan secara
berkala sehari sekali selama 14 hari. Pengamatan mencakup berat badan, dan gejala
ketoksikan. Pada hari ke 15, tikus dimatikan, serta dilakukan pembedahan, dan
organ ginjal serta hati diamati secara makroskopis dan histopatologis. Sediaan S-
SNEDDS propolis dikarakterisasi fisikokimia yang mencakup ukuran partikel,
polydispersity index, % transmitan, dan zeta potensial.
Hasil: Sediaan S-SNEDDS propolis memiliki nilai LD50 >2000 mg/kgBB. Gejala
ketoksikan meliputi lokomotor menurun dan lesu, tetapi gejala tersebut kembali
normal seiring berjalannya waktu. Peningkatan berat badan tikus yang signifikan
menunjukkan tidak adanya ketoksikan. Secara gambaran makroskopis tidak
menunjukkan adanya kerusakan. Namun terjadinya perubahan ringan pada
pengamatan histopatologi organ hati dan ginjal. Karakterisasi menunjukkan ukuran
partikel 111,3 nm, polydispersity index 0,328, % transmitan 99,724%, dan zeta
potensial -29,8 mV.
Kesimpulan: S-SNEDDS propolis tidak menyebabkan ketoksikan akut pada tikus
jantan Wistar | en_US |