Show simple item record

dc.contributor.authorAndika, Ridha
dc.date.accessioned2025-09-22T03:29:47Z
dc.date.available2025-09-22T03:29:47Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57720
dc.description.abstractLatar belakang: Propolis memiliki nilai pengobatan karena memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid yang bersifat antibakteri, antioksidan, dan imunomodulator, tetapi kelarutan dalam airnya rendah yang berpengaruh terhadap bioavailabilitasnya. Sistem penghantaran obat S-SNEDDS dapat meningkatkan kelarutan, bioavailabilitas, stabilitas dan efektivitas obat. S-SNEDDS dirancang untuk melepaskan bahan aktif dengan cepat di dalam tubuh, sehingga penting untuk mengevaluasi efek toksik segera untuk memastikan keamanannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek toksisitas akut dari formulasi S-SNEDDS propolis untuk memastikan keamanan dari sediaan. Metode: Penelitian menggunakan metode OECD 425 pada tikus jantan Wistar (6 ekor, sehat, usia 8-12 minggu. Sediaan S-SNEDDS propolis diberikan dengan dosis 2000 mg/kgBB, Pengamatan secara intensif selama 4 jam pertama, dan secara berkala sehari sekali selama 14 hari. Pengamatan mencakup berat badan, dan gejala ketoksikan. Pada hari ke 15, tikus dimatikan, serta dilakukan pembedahan, dan organ ginjal serta hati diamati secara makroskopis dan histopatologis. Sediaan S- SNEDDS propolis dikarakterisasi fisikokimia yang mencakup ukuran partikel, polydispersity index, % transmitan, dan zeta potensial. Hasil: Sediaan S-SNEDDS propolis memiliki nilai LD50 >2000 mg/kgBB. Gejala ketoksikan meliputi lokomotor menurun dan lesu, tetapi gejala tersebut kembali normal seiring berjalannya waktu. Peningkatan berat badan tikus yang signifikan menunjukkan tidak adanya ketoksikan. Secara gambaran makroskopis tidak menunjukkan adanya kerusakan. Namun terjadinya perubahan ringan pada pengamatan histopatologi organ hati dan ginjal. Karakterisasi menunjukkan ukuran partikel 111,3 nm, polydispersity index 0,328, % transmitan 99,724%, dan zeta potensial -29,8 mV. Kesimpulan: S-SNEDDS propolis tidak menyebabkan ketoksikan akut pada tikus jantan Wistaren_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPropolisen_US
dc.subjectS-SNEDDSen_US
dc.subjectToksisitas Akuten_US
dc.subjectLD50en_US
dc.subjectHistopatologien_US
dc.subjectOECD 425en_US
dc.titleKetoksikan Akut Sediaan Solid Self-nano Emulsifying Drug Delivery System (S-snedds) Ekstrak Propolis dengan Tikus Jantan Wistar Menggunakan Metode OECD 425en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21613115


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record