• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Ketoksikan Akut Sediaan Solid Self-nano Emulsifying Drug Delivery System (S-snedds) Ekstrak Propolis dengan Tikus Jantan Wistar Menggunakan Metode OECD 425

    Thumbnail
    View/Open
    21613115.pdf (8.425Mb)
    Date
    2025
    Author
    Andika, Ridha
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Propolis memiliki nilai pengobatan karena memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid yang bersifat antibakteri, antioksidan, dan imunomodulator, tetapi kelarutan dalam airnya rendah yang berpengaruh terhadap bioavailabilitasnya. Sistem penghantaran obat S-SNEDDS dapat meningkatkan kelarutan, bioavailabilitas, stabilitas dan efektivitas obat. S-SNEDDS dirancang untuk melepaskan bahan aktif dengan cepat di dalam tubuh, sehingga penting untuk mengevaluasi efek toksik segera untuk memastikan keamanannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek toksisitas akut dari formulasi S-SNEDDS propolis untuk memastikan keamanan dari sediaan. Metode: Penelitian menggunakan metode OECD 425 pada tikus jantan Wistar (6 ekor, sehat, usia 8-12 minggu. Sediaan S-SNEDDS propolis diberikan dengan dosis 2000 mg/kgBB, Pengamatan secara intensif selama 4 jam pertama, dan secara berkala sehari sekali selama 14 hari. Pengamatan mencakup berat badan, dan gejala ketoksikan. Pada hari ke 15, tikus dimatikan, serta dilakukan pembedahan, dan organ ginjal serta hati diamati secara makroskopis dan histopatologis. Sediaan S- SNEDDS propolis dikarakterisasi fisikokimia yang mencakup ukuran partikel, polydispersity index, % transmitan, dan zeta potensial. Hasil: Sediaan S-SNEDDS propolis memiliki nilai LD50 >2000 mg/kgBB. Gejala ketoksikan meliputi lokomotor menurun dan lesu, tetapi gejala tersebut kembali normal seiring berjalannya waktu. Peningkatan berat badan tikus yang signifikan menunjukkan tidak adanya ketoksikan. Secara gambaran makroskopis tidak menunjukkan adanya kerusakan. Namun terjadinya perubahan ringan pada pengamatan histopatologi organ hati dan ginjal. Karakterisasi menunjukkan ukuran partikel 111,3 nm, polydispersity index 0,328, % transmitan 99,724%, dan zeta potensial -29,8 mV. Kesimpulan: S-SNEDDS propolis tidak menyebabkan ketoksikan akut pada tikus jantan Wistar
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57720
    Collections
    • Pharmacy [1885]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV