Show simple item record

dc.contributor.authorHalim, Muhammad Yusuf
dc.date.accessioned2025-09-22T02:02:45Z
dc.date.available2025-09-22T02:02:45Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57703
dc.description.abstractPenggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone di Indonesia semakin meluas dan telah dimanfaatkan di berbagai sektor, termasuk sektor pertambangan batubara untuk keperluan pemetaan dan pemantauan (surveillance). UAV memiliki karakteristik fleksibilitas, kemampuan terbang rendah, dan kemudahan pengoperasian, namun juga menimbulkan potensi penyalahgunaan seperti pelanggaran batas wilayah udara tanpa izin. Penelitian ini disimulasikan pada kasus seorang petugas operator yang menerbangkan UAV di luar batas wilayah tambang tanpa otorisasi. Studi ini bertujuan untuk melakukan akuisisi dan analisis forensik digital terhadap UAV DJI Mini 3 dan controller DJI RC-N1 yang terhubung ke smartphone Android, guna memperoleh artefak digital yang dapat digunakan sebagai pengungkapan bukti digital. Penelitian menggunakan framework DRF Field dengan metode statis dan dinamis pada UAV, serta metode fisik dan logis pada smartphone tanpa proses rooting. Hasil menunjukkan bahwa akuisisi dinamis menghasilkan artefak yang lebih lengkap, termasuk metadata EXIF yang berisi informasi lintang, bujur, dan ketinggian. Meskipun log penerbangan tidak ditemukan pada UAV, artefak tersebut berhasil diperoleh dari smartphone melalui identifikasi paket aplikasi DJI Fly (dji.go.v5). Artefak log ini kemudian dikonversi ke format .kmz dan divisualisasikan menggunakan Google Earth untuk mengonfirmasi pelanggaran batas wilayah udara. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa metode non-root berhasil mengidentifikasi artefak digital penting seperti metadata EXIF berisi koordinat dan ketinggian dari foto UAV, serial number perangkat, serta log penerbangan yang diperoleh melalui aplikasi DJI Fly di smartphone Android. Pendekatan non-root berhasil menghasilkan artefak digital yang sebanding dengan perangkat yang di- root, menunjukkan bahwa akuisisi tanpa rooting tetap efektif dalam investigasi forensik. Temuan ini menekankan pentingnya kombinasi metode akuisisi serta pemahaman karakteristik perangkat UAV dan aplikasi terkait dalam mendukung investigasi forensik digital, khususnya pada kasus pelanggaran batas wilayah UAV.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectForensik UAVen_US
dc.subjectAkuisisi non-rooten_US
dc.subjectDJI Mini 3en_US
dc.subjectArtefak Digitalen_US
dc.subjectPelanggaran Wilayah Udaraen_US
dc.titleAnalisis Forensik Digital Non-Rooted Pada Data Penerbangan Unmanned Aerial Vechile (UAV) dan Controller Berbasis Android Untuk Pengungkapan Bukti Digitalen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM23917019


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record