| dc.description.abstract | Penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone di Indonesia semakin meluas dan
telah dimanfaatkan di berbagai sektor, termasuk sektor pertambangan batubara untuk
keperluan pemetaan dan pemantauan (surveillance). UAV memiliki karakteristik
fleksibilitas, kemampuan terbang rendah, dan kemudahan pengoperasian, namun juga
menimbulkan potensi penyalahgunaan seperti pelanggaran batas wilayah udara tanpa izin.
Penelitian ini disimulasikan pada kasus seorang petugas operator yang menerbangkan UAV
di luar batas wilayah tambang tanpa otorisasi. Studi ini bertujuan untuk melakukan akuisisi
dan analisis forensik digital terhadap UAV DJI Mini 3 dan controller DJI RC-N1 yang
terhubung ke smartphone Android, guna memperoleh artefak digital yang dapat digunakan
sebagai pengungkapan bukti digital. Penelitian menggunakan framework DRF Field dengan
metode statis dan dinamis pada UAV, serta metode fisik dan logis pada smartphone tanpa
proses rooting. Hasil menunjukkan bahwa akuisisi dinamis menghasilkan artefak yang lebih
lengkap, termasuk metadata EXIF yang berisi informasi lintang, bujur, dan ketinggian.
Meskipun log penerbangan tidak ditemukan pada UAV, artefak tersebut berhasil diperoleh
dari smartphone melalui identifikasi paket aplikasi DJI Fly (dji.go.v5). Artefak log ini
kemudian dikonversi ke format .kmz dan divisualisasikan menggunakan Google Earth untuk
mengonfirmasi pelanggaran batas wilayah udara. Temuan utama penelitian ini menunjukkan
bahwa metode non-root berhasil mengidentifikasi artefak digital penting seperti metadata
EXIF berisi koordinat dan ketinggian dari foto UAV, serial number perangkat, serta log
penerbangan yang diperoleh melalui aplikasi DJI Fly di smartphone Android. Pendekatan
non-root berhasil menghasilkan artefak digital yang sebanding dengan perangkat yang di-
root, menunjukkan bahwa akuisisi tanpa rooting tetap efektif dalam investigasi forensik.
Temuan ini menekankan pentingnya kombinasi metode akuisisi serta pemahaman
karakteristik perangkat UAV dan aplikasi terkait dalam mendukung investigasi forensik
digital, khususnya pada kasus pelanggaran batas wilayah UAV. | en_US |