Show simple item record

dc.contributor.authorVallerian, Kakha
dc.date.accessioned2025-09-04T03:48:08Z
dc.date.available2025-09-04T03:48:08Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57651
dc.description.abstractPermasalahan kejahatan satwa liar terhadap harimau Sumatra merupakan permasalahan yang besar, mengingat harimau sumatra merupakan subspesies terakhir yang dimiliki oleh Indonesia. Sebagai upaya untuk melindunginya, pada 15 Desember 1978 Indonesia melalui Keppres Nomor 4 tahun 1978 setuju untuk meratifikasi Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna atau CITES. Ini menandakan bahwa baik Indonesia maupun CITES saling berkolaborasi dalam upaya perlindungan perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan liar, serta bertanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup fauna dan flora endemik Indonesia termasuk harimau Sumatra. Penelitian ini akan melihat bagaimana efektivitas Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) dalam mengatasi kejahatan satwa liar Harimau Sumatra di Indonesia pada tahun 2016-2019 ditinjau menggunakan konsep efektivitas rezim karya Arild Underdal.en_US
dc.language.isoenen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCITESen_US
dc.subjectHarimau Sumatraen_US
dc.subjectEfektivitas Rezimen_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.titleEfektivitas Convention on International Trade in Endangered Species Of Wild Fauna And Flora (Cites) dalam mengatasi Kejahatan Satwa Liar Harimau Sumatra di Indonesia Tahun 2016-2019en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19323190


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record