Hubungan antara Tawakal dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa
Abstract
Mahasiswa yang perilaku menunda mengerjakan tugas-tugas dalam kegiatan
pembelajaran cenderung memiliki perilaku prokrastinasi akademik, perilaku ini membuat
kecenderungan seseorang akan kehilangan banyak waktu, mengakami gangguan kesehatan, dan
memiliki harga diri yang rendah. Sikap perilaku tawakal ditandai oleh keyakinan bahwa Allah
SWT akan menolong, mencukupi dan memberikan yang terbaik untuk dirinya yang sedang atau
telah berusaha sepenuh hati. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara
tawakal terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hipotesis yang di ajuan dalam
penelitian ini adalah semakin tinggi sikap tawakal mahasiswa, maka sikap prokrastinasi akademik
dalam diri mahasiswa bersangkutan akan semakin rendah.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan kuisioner yang
terdiri dari dua alat ukur, yaitu skala Tawakal dan skala pure procrastination. Sampel penelitian
ini adalah mahasiswa aktif Universitas Islam Indonesia sebanyak 128 responden yang diambil
dengan teknik simple random sampeling. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan teknik
purposive sampling. Berdasarkan hasil hipotesis data di ketahui bahwa berdasarkan uji
kolmogorov smirnov variable prokrastinasi akademik dan tawakal memiliki sebaran data tidak
normal ditandai dengan hasil Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.03 < 0.05.
Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang spesifik
antara prokrastinasi akademi dengan tawakal pada mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Hal
ini di tunjukan dalam hasil korelasi coefficient -0.037 menunjukkan korelasi antara variabel
Tawakal dan variabel Prokrastinasi yang sangat lemah atau hampir tidak ada hubungan linier
antara keduanya. Sig. (2-tailed 0.674) menunjukkan nilai signifikansi dari uji korelasi. Pada
tingkat signifikansi p = 0.674 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan korelasi
yang signifikan antara dua variabel tersebut. Dengan kata lain bermakna, bahwa perbedaan yang
teramati dalam korelasi dapat terjadi secara kebetulan atau hasil yang ditemukan tidak dapat
dianggap signifikan secara statistik. Dari hasil tersebut terbukti bahwa hipotesis yang menyatakan
bahwa ada korelasi antara tawakal dan prokrastinasi akademik tidak didukung oleh bukti empiris
yang dari hasil penelitian ini.
Collections
- Psychology [243]
