| dc.description.abstract | Latar Belakang: Tubuh manusia dihuni oleh mikroorganisme yang sebaian
besarnya menghuni saluran gastirointestinal. Mikroorganisme ini disebut gutmicrobiota (GM). GM dapat membantu fungsi fisiologis tubuh namun dapat jua
menyebabkan penyakit atau membantu penyembuhan suayi penyakit. Di antara
penyakit yang dapat dipengaruhi oleh GM adalah ganggua neuropsikiatri. variabel
yang dipengaruhi oleh GM pun bervariasi di antaranya adalah memengaruhi
proses mielinasi. Autism spectrum disorder (ASD), Bipolar disorder (BD), dan
gangguan kecemasan adalah salah satu di antara gangguan neuropsikiatri yang
menunjukkan adanya gangguan pada proses mielinasi.
Metode: Pencarian artikel uji preklinis dan klinis I-IV dilakukan melalui dua
database, yakni PubMed dan Ebscohost dalam kurun waktu 10 tahun terakhir
mulai 05 September 2012 hingga 05 Seotember 2022. Susunan kata kunci yang
digunakan ((depression OR Anxiety OR Mood OR Autism) AND (Microbiome OR
Microbiota)) AND (Myelin OR Neuron OR Nerve OR tract OR schwaan cell OR
olygodendrocyte OR synaptic OR connectivity). Hasil pencarian kemudian di
skrining, diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan
Hasil: Pencarian artikel uji preklinis dan klinis I-IV dilakukan melalui dua database,
yakni PubMed dan Ebscohost dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mulai 05
September 2012 hingga 05 Seotember 2022. Susunan kata kunci yang digunakan
adalah ((depression OR Anxiety OR Mood OR Autism) AND (Microbiome OR
Microbiota)) AND (Myelin OR Neuron OR Nerve OR tract OR schwaan cell OR
olygodendrocyte OR synaptic OR connectivity) Hasil pencarian kemudian di
skrining, diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah
ditentukan Terdapat 1 studi final inklus. Studi tersebut merupakan uji preklinis yang
dilakukan pada tikus jantan (Mus musculus) yang telah disapih pada usia 3
minggu. Dalam studi ini didapatkan bahwa kolonisasi Bacteriodes ovatus dan
Lactiplantibacillus plantarum dapat meningkatkan kadar neurotransmitter 4-
ethylphenol yang bertanggung jawab terhadap gangguan kecemasan baik pada
gangguan kecemasan secara khusus maupun gangguan kecemasan yang dialami
penderita ASD.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan ketika adanya gut microbiota yang berbeda
terhadap gangguan neuropsikiatri. Kolonisasi B. ovatus dan L.plantarum secara
terpisah dan bersamaan menyebabkan adanya perbedaan hasil. Kolonisasi
secara terpisah justru menyebabkan perbaikan kondisi kecemasan, namun
kolonisasi bersamaan justru meningkatkan kadar 4EP dan menyebabkan
peningkatan gangguan kecemasan pada hewan coba | en_US |