Show simple item record

dc.contributor.authorHidayati, Isrina
dc.date.accessioned2025-08-25T04:12:52Z
dc.date.available2025-08-25T04:12:52Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57545
dc.description.abstractTeknologi yang berkembang begitu pesat dapat memberikan dampak positif dan juga memberikan dampak negatif, seharusnya penggunaan teknologi direalisasikan dengan tepat akan tetapi Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan dan menangani kasus penyalahgunaan teknologi yakni kekerasan sesksual melalui media sosial. permasalahan yang ditelaah dalam penelitian adalah bagaimana penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak secara online oleh Polda DIY serta analisis hambatan dalam penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak secara online oleh Polda DIY. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan sosiologis. Adapun data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian, Pertama, penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak secara online oleh Polda DIY ada 3 (tiga) upaya, yaitu upaya pre-empit, preventif dan represif. Kedua, Hambatan-hambatan dalam penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak secara online di Polda DIY adalah adanya keterbatasan tempat dan model yang digunakan dalam melakukan investigasi kejahatan digital masih sangat rumit, serta memakan tenaga yang banyak dan waktu yang lama.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKekerasan Seksualen_US
dc.subjectOnlineen_US
dc.subjectAnaken_US
dc.titlePenegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Anak Secara Online oleh Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19410319


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record