Urgensi Penyitaan Berbasis Value Based System dalam Tindak Pidana Korupsi Akibat Kerugian Keuangan Negara
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problematika sistem pengembalian aset kerugian
keuangan negara akibat tindak pidana korupsi melalui tindakan penyitaan aset secara
pidana yang membuat penegak hukum tidak dapat mengembalikan jumlah kerugian
keuangan negara secara optimal. Dari problematika tersebut muncul beberapa rumusan
masalah yang perlu dikaji. Bagaimana konsep dan permasalahan sita aset tindak pidana
korupsi yang berlaku di Indonesia saat ini? dan Bagaimana urgensi penerapan sita
berbasis value based system dalam mengembalikan kerugian keuangan negara akibat
tindak pidana korupsi di Indonesia? Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif
yang didukung dengan wawancara kepada hakim serta menggunakan pendekatan
perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum dikumpulkan melalui
studi literatur dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sistem sita aset yang diterapkan saat ini belum sepenuhnya bertujuan
untuk mengembalikan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan jika dengan hanya
mengandalkan sistem sita aset yang saat ini diterapkan yaitu sistem sita aset berbasis
properti (property based system) karena sistem sita tersebut memiliki beberapa kelemahan
dalam pelaksanaannya. Penyitaan dengan menggunakan sistem sita aset berbasis nilai
(value based system) menjadi salah satu solusi agar pengembalian kerugian keuangan
negara dapat kembali optimal. Sistem sita ini, selain mengumpulkan dana dalam jumlah
besar juga dapat digunakan untuk mencegah bahkan memberantas tindak pidana korupsi
serta mengurangi dan menghilangkan motif ekonomi dari pelaku tindak pidana korupsi.
Collections
- Law [3376]
