Show simple item record

dc.contributor.authorSyukri, Yandi
dc.date.accessioned2025-08-08T02:27:19Z
dc.date.available2025-08-08T02:27:19Z
dc.date.issued2022
dc.identifier006130103
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57324
dc.description.abstractPidato ilmiah ini mengkaji sejarah panjang penggunaan obat dari bahan alam, yang telah didokumentasikan sejak lebih dari 5.000 tahun lalu, dengan peradaban Islam berperan krusial dalam mengembangkan ilmu kedokteran dan farmasi dari abad ke-7 Masehi, mengintegrasikan pengetahuan dari tradisi Yunani, Romawi, Persia, dan India. Ajaran Al-Qur'an dan Hadis mendukung pencarian obat dari bahan alam, dengan banyak tumbuhan obat disebutkan dalam kitab suci. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki kekayaan hayati melimpah dengan ribuan spesies tumbuhan berpotensi obat, namun formulasi obat herbal sering terkendala kelarutan dan ketersediaan hayati yang rendah karena sifat fitokimia yang kompleks. Untuk mengatasi tantangan ini, teknologi nanofarmasetika atau nanomedicine muncul sebagai inovasi penting, memungkinkan pengembangan produk nanoherbal seperti SNEDDS (Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System) yang meningkatkan kelarutan dan efektivitas senyawa bioaktif dari bahan alam seperti andrografolid, propolis, temulawak, dan jahe. Pengembangan solid-SNEDDS lebih lanjut meningkatkan stabilitas dan kemudahan formulasi menjadi sediaan padat, mengoptimalkan efek terapi obat herbal dan menunjukkan potensi besar nanoherbal dalam pengobatan modern.
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNanoherbalen_US
dc.subjectTeknologi Formulasi Obaten_US
dc.subjectSejarah Pengobatan Islamen_US
dc.subjectPengobatan Modernen_US
dc.titleNanoherbal Sebagai Upaya Pengembangan Teknologi Formulasi Obat dari Bahan Alam: Kajian Terhadap Sejarah Pengobatan Islam Menuju Pengobatan Modernen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record