Nanoherbal Sebagai Upaya Pengembangan Teknologi Formulasi Obat dari Bahan Alam: Kajian Terhadap Sejarah Pengobatan Islam Menuju Pengobatan Modern
Abstract
Pidato ilmiah ini mengkaji sejarah panjang penggunaan obat dari bahan alam, yang telah didokumentasikan sejak lebih dari 5.000 tahun lalu, dengan peradaban Islam berperan krusial dalam mengembangkan ilmu kedokteran dan farmasi dari abad ke-7 Masehi, mengintegrasikan pengetahuan dari tradisi Yunani, Romawi, Persia, dan India. Ajaran Al-Qur'an dan Hadis mendukung pencarian obat dari bahan alam, dengan banyak tumbuhan obat disebutkan dalam kitab suci. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki kekayaan hayati melimpah dengan ribuan spesies tumbuhan berpotensi obat, namun formulasi obat herbal sering terkendala kelarutan dan ketersediaan hayati yang rendah karena sifat fitokimia yang kompleks. Untuk mengatasi tantangan ini, teknologi nanofarmasetika atau nanomedicine muncul sebagai inovasi penting, memungkinkan pengembangan produk nanoherbal seperti SNEDDS (Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System) yang meningkatkan kelarutan dan efektivitas senyawa bioaktif dari bahan alam seperti andrografolid, propolis, temulawak, dan jahe. Pengembangan solid-SNEDDS lebih lanjut meningkatkan stabilitas dan kemudahan formulasi menjadi sediaan padat, mengoptimalkan efek terapi obat herbal dan menunjukkan potensi besar nanoherbal dalam pengobatan modern.
Collections
- Professor's Speech [30]
