Show simple item record

dc.contributor.authorMahmudah, Lisa Amalia
dc.date.accessioned2025-07-30T02:45:21Z
dc.date.available2025-07-30T02:45:21Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57266
dc.description.abstractStudi ini memiliki tujuan untuk mengetahui seperti apa implikasi perceraian pada masyarakat Jepara terhadap nafkah anak. Rumusan masalah yang diajukan dalam studi ini yaitu: Bagaimana penerapan pemenuhan nafkah anak setelah perceraian orang tua di Kabupaten Jepara? Dan apa yang menjadi faktor penyebab seorang ayah tidak bisa memenuhi hak nafkah anak? Penelitian ini merupakan penelitian hukum yang bersifat empiris, dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan responden pemegang hak asuh dari anak tersebut, kemudian data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel. Untuk menganalilis hasil penelitian, digunakan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan sosiologis berdasarkan apa yang sebenarnya sudah terjadi dalam kehidupan masyarakat. Hasil studi ini menunjukkan bahwa penerapan pemenuhan nafkah anak setelah perceraian orang tua di Kabupaten Jepara belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Adapun faktor penyebab seorang ayah tidak memberikan nafkah kepada anaknya pasca perceraian disebabkan ayah tidak memiliki penghasilan tetap, malas- malasan dan tidak bertanggung jawab, dan sudah tidak diketahui keberadaanya. Penelitian ini memberikan saran yaitu memberikan edukasi pra nikah kepada calon pengantin yang harapannya para calon orang tua ini mengerti bahwa menikah dibutuhkan persiapan yang matang dan tanggung jawab besar untuk kelangsungan hidup dalam berumah tangga.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerceraianen_US
dc.subjectNafkah Anaken_US
dc.subjectHak Anaken_US
dc.titleImplikasi Cerai Talak Pada Masyarakat Jepara Terhadap Nafkah Anaken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM16410318


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record