Show simple item record

dc.contributor.authorAzzahra, Ramadani Nadinda
dc.date.accessioned2025-07-29T04:15:34Z
dc.date.available2025-07-29T04:15:34Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57249
dc.description.abstractLatar belakang: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat yang mengandung kurkumin dan terbukti memiliki aktivitas sebagai imunomodulator. Kurkumin memiliki bioavailabilitas dan kelarutan yang rendah dalam air sehingga perlu dibuat dalam bentuk nanopartikel yaitu Self NanoEmulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Pada uji imunostimulan ini digunakan sel RAW 264.7 sebagai sel model. Tujuan: Menguji efek imunostimulan temulawak dalam bentuk sediaan SNEDDS terhadap aktivitas fagositosis dengan parameter indeks fagositosis, kapasitas fagositosis, dan kadar NO pada sel RAW 264.7 secara in vitro. Metode: Uji aktivitas fagositosis dilakukan dengan melihat parameter indeks fagositosis, kapasitas fagositosis dan peningkatan kadar NO pada sel RAW 264.7 yang telah diberikan SNEDDS temulawak, ekstrak temulawak, dan basis dengan masing-masing konsentrasi (50; 25; 12,5; dan 6,25 µg/mL). Aktivitas fagositosis diperoleh dari nilai indeks dan kapasitas fagositosis yang dilakukan dengan mengamati sel RAW 264.7 secara mikroskopik untuk menghitung jumlah sel yang memfagosit lateks dan jumlah lateks yang difagosit oleh sel, sedangkan pengukuran kadar NO dilakukan secara spektrofotometri. Hasil: Indeks fagositosis, kapasitas fagositosis, dan kadar NO menunjukkan SNEDDS temulawak memiliki nilai yang paling tinggi jika dibandingkan dengan ekstrak temulawak pada setiap konsentrasi dan memiliki nilai paling tinggi pada konsentrasi 50 µg/mL. Nilai indeks fagositosis, kapasitas fagositosis dan kadar NO pada SNEDDS temulawak dan ekstrak temulawak pada konsentrasi 50 µg/mL sebesar 1,5 ± 0,03; 92,5 ± 0,01; 3,137 dan 0,72 ± 0,07; 61,00 ± 0,07; 1,439. Kadar NO pada SNEDDS temulawak dan ekstrak temulawak dengan konsentrasi 50 µg/mL menunjukkan peningkatan produksi kadar NO sebanyak 2,28 dan 1,05 kali lipat jika dibandingkan dengan kontrol sel. Kesimpulan: Sediaan SNEDDS temulawak mampu meningkatkan aktivitas fagositosis dari sel RAW 264.7 yang dilihat dari peningkatan nilai indeks fagositosis, kapasitas fagositosis, dan kadar NO.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTemulawaken_US
dc.subjectSNEDDSen_US
dc.subjectImmunostimulanen_US
dc.subjectSel RAW 264.7en_US
dc.titlePengaruh Snedds Temulawak Sebagai Immunostimulan Terhadap Aktivitas Fagositosis dan Kadar Nitrit Oksida Pada Sel Raw 264.7 Secara in Vitroen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19613188


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record