• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Snedds Temulawak Sebagai Immunostimulan Terhadap Aktivitas Fagositosis dan Kadar Nitrit Oksida Pada Sel Raw 264.7 Secara in Vitro

    Thumbnail
    View/Open
    19613188.pdf (6.883Mb)
    Date
    2023
    Author
    Azzahra, Ramadani Nadinda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat yang mengandung kurkumin dan terbukti memiliki aktivitas sebagai imunomodulator. Kurkumin memiliki bioavailabilitas dan kelarutan yang rendah dalam air sehingga perlu dibuat dalam bentuk nanopartikel yaitu Self NanoEmulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Pada uji imunostimulan ini digunakan sel RAW 264.7 sebagai sel model. Tujuan: Menguji efek imunostimulan temulawak dalam bentuk sediaan SNEDDS terhadap aktivitas fagositosis dengan parameter indeks fagositosis, kapasitas fagositosis, dan kadar NO pada sel RAW 264.7 secara in vitro. Metode: Uji aktivitas fagositosis dilakukan dengan melihat parameter indeks fagositosis, kapasitas fagositosis dan peningkatan kadar NO pada sel RAW 264.7 yang telah diberikan SNEDDS temulawak, ekstrak temulawak, dan basis dengan masing-masing konsentrasi (50; 25; 12,5; dan 6,25 µg/mL). Aktivitas fagositosis diperoleh dari nilai indeks dan kapasitas fagositosis yang dilakukan dengan mengamati sel RAW 264.7 secara mikroskopik untuk menghitung jumlah sel yang memfagosit lateks dan jumlah lateks yang difagosit oleh sel, sedangkan pengukuran kadar NO dilakukan secara spektrofotometri. Hasil: Indeks fagositosis, kapasitas fagositosis, dan kadar NO menunjukkan SNEDDS temulawak memiliki nilai yang paling tinggi jika dibandingkan dengan ekstrak temulawak pada setiap konsentrasi dan memiliki nilai paling tinggi pada konsentrasi 50 µg/mL. Nilai indeks fagositosis, kapasitas fagositosis dan kadar NO pada SNEDDS temulawak dan ekstrak temulawak pada konsentrasi 50 µg/mL sebesar 1,5 ± 0,03; 92,5 ± 0,01; 3,137 dan 0,72 ± 0,07; 61,00 ± 0,07; 1,439. Kadar NO pada SNEDDS temulawak dan ekstrak temulawak dengan konsentrasi 50 µg/mL menunjukkan peningkatan produksi kadar NO sebanyak 2,28 dan 1,05 kali lipat jika dibandingkan dengan kontrol sel. Kesimpulan: Sediaan SNEDDS temulawak mampu meningkatkan aktivitas fagositosis dari sel RAW 264.7 yang dilihat dari peningkatan nilai indeks fagositosis, kapasitas fagositosis, dan kadar NO.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57249
    Collections
    • Pharmacy [1896]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV