Perbandingan Metode Naïve Bayes dan Random Forest dalam Klasifikasi Kualitas Air Sungai di Kabupaten Pekalongan
Abstract
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbandingan metode Naïve
Bayes dan Random Forest dalam melakukan klasifikasi kualitas air sungai di
Kabupaten Pekalongan. Naïve Bayes Classifier (NBC) atau biasanya sering
disebut Bayesian Classification adalah sebuah proses metode klasifikasi yang
didasari dengan teorema Bayes. Teorema Bayes merupakan rumus matematika
yang digunakan untuk memprediksi peluang di masa depan berdasarkan
pengalaman sebelumnya yang diasumsikan bahwa atribut penentu keputusan
bersifat bebas atau independent. Sedangkan Random Forest merupakan salah satu
algoritma machine learning yang merupakan hasil dari pengembangan algoritma
Decision Tree. Tujuan dari dikembangkannya Random Forest yaitu agar dapat
meningkatkan akurasi prediksi serta dapat mengatasi masalah overfitting yang
kerap kali terjadi pada decision tree. Penelitian dengan menggunakan metode
Naïve Bayes maupun Random Forest telah banyak dilakukan, akan tetapi masih
jarang dilakukan perbandingan antara keduanya, khususnya pada klasifikasi
kualitas air sungai. Adapun penelitian ini dilakukan guna untuk membandingkan
antara metode Naïve Bayes dan Random Forest untuk didapatkan nilai akurasi
terbaiknya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai akurasi dengan
menggunakan metode Random Forest lebih tinggi dibandingkan dengan
menggunakan metode Naïve Bayes dalam melakukan klasifikasi kualitas air
sungai di Kabupaten Pekalongan. Didapatkan nilai akurasi dengan menggunakan
metode Naïve Bayes yaitu sebesar 72% sedangkan dengan menggunakan metode
Random Forest yaitu sebesar 95%. Berdasarkan hasil akurasi tersebut, maka dapat
disimpulkan bahwa metode Random Forest lebih tepat dan akurat dalam
melakukan klasifikasi kualitas air sungai di Kabupaten Pekalongan.
Collections
- Statistics [1223]
