• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Konsep Adil dalam Poligami: Studi Komparatif Pemikiran KH Husein Muhammad dan Siti Musdah Mulia Perspektif Sosiologi Hukum

    Thumbnail
    View/Open
    23913007.pdf (5.206Mb)
    Date
    2025
    Author
    Hifzurrohmi
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Keadilan dalam poligami menjadi masalah yang cukup kompleks dalam lingkar hukum keluarga Islam yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat Islam sendiri. Penelitian ini mengkaji konsep keadilan dalam poligami melalui analisa pemikiran dua tokoh feminis Indonesia yaitu KH Husein Muhammad beserta Siti Musdah Mulia menggunakan perspektif sosiologi hukum. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplor pemikiran kedua tokoh mengenai bagaimana masing-masing menafsirkan konsep keadilan dalam poligami dalam konteks sosial dan hukum yang lebih luas. Sosiologi hukum digunakan untuk mengetahui kesesuaian konsep adil dari pemikiran kedua tokoh dengan realita saat ini dalam ranah sosial dan institusi hukum yang berlaku. Kajian ini adalah kajian kepustakaan (library research), adapun pendekatan pada kajian ini menggunakan multidisciplinary approach yaitu pendekatan dengan undang-undang, pendekatan komparatif dan pendekatan sosiologi, penelitian penulis ini juga termasuk pada penelitian studi tokoh. Sumber primer diambil dari karya-karya kedua tokoh yang sesuai dengan kajian ini. Hasil yang ditemukan dalam kajian ini menunjukan bahwa KH Husein Muhammad dan Siti Musdah Mulia memperhatikan keadilan dalam praktik poligami karena realita sosial menunjukan perempuan lebih banyak menjadi korban ketidakadilan dalam rumah tangga. Sedangkan keadilan dalam pandangan kedua tokoh adalah menyangkut semua materiil dan immateriil, pandangan ini bertolak belakang dengan pendapat para fuqoha tentang keadilan dalam poligami. Dalam pandangan sosiologi hukum kedua tokoh mengenai keadilan dalam poligami di Indonesia tidak sepenuhnya mendapat perhatian sehingga banyak kasus yang terjadi pada istri yang dipoligami sering tidak mendapatkan keadilan dalam ranah hukum. Sedangkan dalam sosiologi hukum Soekanto menyebutkan bahwa hukum memiliki peran yang cukup kompleks dalam masyarakat tetapi realitanya hukum saat ini tidak sepenuhnya benar-benar berperan sebagaimana seharusnya.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57120
    Collections
    • Master of Islamic Studies [179]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV