Show simple item record

dc.contributor.authorLubis, Muhammad Auliya Rahman
dc.date.accessioned2025-07-23T04:21:32Z
dc.date.available2025-07-23T04:21:32Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57111
dc.description.abstractPandemi COVID 19 menyebabkan masyarakat melakukan pekerjaan di rumah (WFH) terutama dalam kegiatan memasak yang menghasilkan timbulan minyak jelantah sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan akibat minimnya pengetahuan masyarakat tentang dampak minyak jelantah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis besarnya timbulan minyak jelantah serta pola perilaku masyarakat dalam penanganan timbulan minyak jelantah. Penelitian ini dilakukan berdasarkan SNI 19 – 3964 – 1994 Tentang Metode Pengambilan dan Pengukuran Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan. Dari hasil penelitian, pada rumah layak huni memiliki rata – rata berat sebesar 0,032 kg/rumah/hari sedangkan rumah tidak layak huni rata - rata beratnya sebesar 0,012 kg/rumah/hari dan pada rumah layak huni memiliki rata – rata volume sebesar 0,034 L/rumah/hari sedangkan rumah tidak layak huni rata – rata volumenya sebesar 0,012 L/rumah/hari. Untuk massa jenis pada rumah layak huni sebesar 0,993 kg/L dan rumah tidak layak huni sebesar 0,979 kg/L. Penggunaan minyak goreng terbesar 200 - 250 sebanyak 54 rumah dan minyak jelantah terbesar 50 - 100 sebanyak 71 rumah. Pada penanganan minyak jelantah, sebanyak 54% membuang di tempat sampah, 42% membuang di selokan atau parit dan 4% membuang di tanah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectminyak jelantahen_US
dc.subjectminyak gorengen_US
dc.subjectrumah layak hunien_US
dc.subjectrumah tidak layak hunien_US
dc.titleAnalisis Timbulan Minyak Jelantah Sebelum dan Selama Pandemi di Kota Medan Kecamatan Medan Amplas Kelurahan Harjosari IIen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM17513181


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record