Analisis Timbulan Minyak Jelantah Sebelum dan Selama Pandemi di Kota Medan Kecamatan Medan Amplas Kelurahan Harjosari II
Abstract
Pandemi COVID 19 menyebabkan masyarakat melakukan pekerjaan
di rumah (WFH) terutama dalam kegiatan memasak yang menghasilkan
timbulan minyak jelantah sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan
akibat minimnya pengetahuan masyarakat tentang dampak minyak
jelantah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis besarnya timbulan
minyak jelantah serta pola perilaku masyarakat dalam penanganan
timbulan minyak jelantah. Penelitian ini dilakukan berdasarkan SNI 19 –
3964 – 1994 Tentang Metode Pengambilan dan Pengukuran Timbulan dan
Komposisi Sampah Perkotaan. Dari hasil penelitian, pada rumah layak huni
memiliki rata – rata berat sebesar 0,032 kg/rumah/hari sedangkan rumah
tidak layak huni rata - rata beratnya sebesar 0,012 kg/rumah/hari dan pada
rumah layak huni memiliki rata – rata volume sebesar 0,034 L/rumah/hari
sedangkan rumah tidak layak huni rata – rata volumenya sebesar 0,012
L/rumah/hari. Untuk massa jenis pada rumah layak huni sebesar 0,993 kg/L
dan rumah tidak layak huni sebesar 0,979 kg/L. Penggunaan minyak
goreng terbesar 200 - 250 sebanyak 54 rumah dan minyak jelantah terbesar
50 - 100 sebanyak 71 rumah. Pada penanganan minyak jelantah, sebanyak
54% membuang di tempat sampah, 42% membuang di selokan atau parit
dan 4% membuang di tanah.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
