Show simple item record

dc.contributor.authorMahendra, Ardelia Putri
dc.date.accessioned2025-07-22T01:30:19Z
dc.date.available2025-07-22T01:30:19Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57051
dc.description.abstractLatar belakang : Osteoporosis merupakan silent killer dengan penurunan massa tulang yang terjadi secara terus menerus yang menyebabkan imobilisasi dan nyeri akut. WHO mencatat lebih dari 200 juta orang di dunia mengalami osteoporosis. Terdapat berbagai jenis pengobatan osteoporosis dengan profil efektivitas dan Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) yang berbeda. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan ROTD pada penggunaan obat antiosteoporosis. Metode: Rancangan case series pada pasien osteoporosis di RSUD Sleman Yogyakarta periode tahun 2022-2024 secara retrospektif berbasis kunjungan pasien. Analisis data : Analisis data dilakukan berbasis regimen pengobatan tiap kunjungan. Penilaian efektivitas obat antiosteoporosis dilihat dari keluhan pasien, nilai VAS, ataupun keduanya. Kejadian ROTD dilihat dari keluhan pasien. Uji analisis univariat menggunakan SPSS versi 29.0 untuk mendeskripsikan karakteristik pasien secara statistik. Hasil : Penelitian ini melibatkan 17 pasien dengan total 53 kunjungan. Dari total 17 pasien, 15 pasien menerima regimen tetap dan 2 pasien dengan regimen berubah menunjukkan persentase efektivitas berturut – turut sebesar 60% dan 100%. Dari total 53 kunjungan dengan 4 jumlah regimen obat menunjukkan efektivitas sebesar 76,9%. Regimen kombinasi Risedronat dan antinyeri menunjukkan penggunaan paling tinggi dengan efektivitas sebesar 57%. Gangguan gastrointestinal (GI) merupakan ROTD yang paling banyak terjadi dan diduga disebabkan oleh terapi Risedronat. Kesimpulan : Cara pengonsumsian Risedronat perlu perhatian khusus untuk meminimalisir gangguan GI. Ketidaktersediaan pengukuran efektivitas obat secara klinis seperti BMD menyebabkan tidak optimalnya pengukuran efektivitas. ROTD yang dialami pasien juga berpotensi bukan karena obat tersebut ataupun karena penggunaan obat lain karena tidak dilakukan analisis kausalitas menggunakan Naranjo.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectOsteoporosisen_US
dc.subjectEfektivitas Antiosteoporosisen_US
dc.subjectReaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD)en_US
dc.titleEfektivitas dan Reaksi obat yang tidak dikehendaki pada Penggunaan Obat Antiosteoporosis di RSUD Sleman Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21613215


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record