• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efektivitas dan Reaksi obat yang tidak dikehendaki pada Penggunaan Obat Antiosteoporosis di RSUD Sleman Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    21613215.pdf (2.530Mb)
    Date
    2025
    Author
    Mahendra, Ardelia Putri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang : Osteoporosis merupakan silent killer dengan penurunan massa tulang yang terjadi secara terus menerus yang menyebabkan imobilisasi dan nyeri akut. WHO mencatat lebih dari 200 juta orang di dunia mengalami osteoporosis. Terdapat berbagai jenis pengobatan osteoporosis dengan profil efektivitas dan Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) yang berbeda. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan ROTD pada penggunaan obat antiosteoporosis. Metode: Rancangan case series pada pasien osteoporosis di RSUD Sleman Yogyakarta periode tahun 2022-2024 secara retrospektif berbasis kunjungan pasien. Analisis data : Analisis data dilakukan berbasis regimen pengobatan tiap kunjungan. Penilaian efektivitas obat antiosteoporosis dilihat dari keluhan pasien, nilai VAS, ataupun keduanya. Kejadian ROTD dilihat dari keluhan pasien. Uji analisis univariat menggunakan SPSS versi 29.0 untuk mendeskripsikan karakteristik pasien secara statistik. Hasil : Penelitian ini melibatkan 17 pasien dengan total 53 kunjungan. Dari total 17 pasien, 15 pasien menerima regimen tetap dan 2 pasien dengan regimen berubah menunjukkan persentase efektivitas berturut – turut sebesar 60% dan 100%. Dari total 53 kunjungan dengan 4 jumlah regimen obat menunjukkan efektivitas sebesar 76,9%. Regimen kombinasi Risedronat dan antinyeri menunjukkan penggunaan paling tinggi dengan efektivitas sebesar 57%. Gangguan gastrointestinal (GI) merupakan ROTD yang paling banyak terjadi dan diduga disebabkan oleh terapi Risedronat. Kesimpulan : Cara pengonsumsian Risedronat perlu perhatian khusus untuk meminimalisir gangguan GI. Ketidaktersediaan pengukuran efektivitas obat secara klinis seperti BMD menyebabkan tidak optimalnya pengukuran efektivitas. ROTD yang dialami pasien juga berpotensi bukan karena obat tersebut ataupun karena penggunaan obat lain karena tidak dilakukan analisis kausalitas menggunakan Naranjo.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57051
    Collections
    • Pharmacy [1896]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV