Implementasi Peramalan Arima dengan Moving Block Bootstrap dalam Mengatasi Asumsi Ketidakcukupan Data pada Data Runtun Waktu (Studi Kasus: Peramalan Harga Minyak Mentah Indonesia Tahun 2020 - 2022)
Abstract
Menjadi salah satu negara pengimpor minyak membuat perekonomian
Indonesia sangat bergantung terhadap kondisi harga minyak. Perubahan yang
terjadi dapat mengakibatkan efek samping yang buruk pada perekonomian, hingga
dapat mengakibatkan terjadinya inflasi. Selain itu, naiknya harga minyak dapat
membuat harga bahan-bahan pokok juga menjadi naik. Tetapi, jika harga minyak
cenderung menurun secara terus menerus juga akan memberikan efek yang buruk
terhadap pendapatan negara. Oleh karena itu peramalan mengenai harga minyak
bumi di Indonesia sangat penting dilakukan. Selain untuk mengurangi efek samping
dari ketidakpastian harga, hasil dari peramalan yang dilakukan juga akan dapat
dijadikan sebagai acuan bagi para investor dan pemerintah. Investor dapat
menjadikan hasil dari peramalan sebagai referensi dalam membuat keputusan untuk
berinvestasi di pasar energi. Sedangkan pemerintah dapat menjadikan hasil
peramalan ini sebagai acuan untuk membuat formulasi rancangan dan kebijakan
dalam mengurangi dampak buruk dari perubahan harga minyak, sehingga Indonesia
akan siap dalam menghadapi perubahan harga minyak bumi di masa yang akan
datang. Pada penelitian ini dilakukan peramalan dengan menggunakan metode
Moving Block Bootstrap ARIMA. Pada penelitian dilakukan pembagian data
menjadi 3 blok atau kelompok dengan 200 kali perulangan. Dimana pada setiap
perulangannya dilakukan identifikasi model dengan menggunakan metode
ARIMA. Berdasarkan hasil pengujian signifikansi parameter dan pengujian
kelayakan model, didapatkan model untuk Moving Block Bootstrap ARIMA terbaik
adalah model Moving Block Bootstrap ARIMA(3,2,0) dengan tingkat persentase
kesalahannya adalah sebesar 10.55%. Kemudian dilakukan peramalan dengan
model terpilih, dimana didapatkan hasil peramalan bahwa untuk 6 periode kedepan
yaitu Januari 2023 - Juni 2023 harga minyak mentah Indonesia akan turun secara
signifikan setiap periode. Dimana jika ini terjadi maka akan terjadi penurunan
terhadap realisasi APBN dari pajak penghasilan minyak dan gas.
Collections
- Statistics [1223]
