Implementasi Metode Extreme Learning Machine Terhadapprediksi Jumlah Ekspor Non Migas Indonesia (Studi Kasus: Jumlah Ekspor Non Migas Indonesia Tahun 2008 -2022)
Abstract
Indonesia adalah negara berkembang di Asia Tenggara yang kaya akan sumber
daya alam, salah satunya adalah sumber daya alam non migas. Non migas
mencakup segala hal yang berasal dari alam maupun industri, namun tidak
termasuk dalam kategori minyak bumi dan gas alam. Pertumbuhan ekonomi
menjadi tolak ukur dari keberhasilan suatu pembangunan ekonomi negara. Faktor
yang mempengaruhi berkembangnya pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah
terjadinya peningkatan permintaan ekspor dalam negeri. Ekspor merupakan suatu
kegiatan mengirim barang dari satu negara ke negara lainnya dengan cara yang
resmi dan sah. Target Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan adalah agar ekspor
nonmigas mencapai total US$ 289,76 miliar atau setara dengan Rp. 4.508 triliun
(saat ini Rp 15.560), maka perlu dilakukan proses peramalan untuk mengetahui
perkembangan dari kegiatan ekspor non migas Indonesia. Metode yang digunakan
untuk melakukan peramalan terhadap jumlah ekspor non Migas Indonesia adalah
metode Extreme Learning Machine (ELM), dimana pada penelitian ini didapatkan
hasil peramalan terbaik yaitu pada pembagian data training sebanyak 95% dan data
testing sebanyak 5% dengan jumlah hidden layer sebanyak 10 serta jumlah
Repetitions sebanyak 20 dengan nilai error terkecil adalah sebesar 8.81% dengan
nilai akurasi sebesar 91.19 %, sehingga hasil peramalan dikatakan sudah sangat
baik.
Collections
- Statistics [1223]
