• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Peran Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Beringharjo dalam Pemberdayaan Masyarakat

    Thumbnail
    View/Open
    16423140.pdf (1.890Mb)
    Date
    2023
    Author
    Sore, Muhamad Dzakky
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penanganan krisis di tahun 1997 termasuk melahirkan sebuah terobosan dalam memajukan ekonomi berbasis masyarakat yang dikenal dengan Badan Usaha Mandiri Terpadu (BMT) atau Baitul Maal wat Tamwil. BMT sengaja dihadirkan selain menjadi jawaban atas ekonomi kerakyatan berbasis keluarga, BMT turut menjembatani pihak agnia dan masyarakat dhuafa dalam mengelola dan memberdayakan ekonomi kreatif yang produktif dalam masyarakat sosial. Penelitian ini berfokus pada Peran Baitul Maal wat Tamwil Beringharjo dalam Pemberdayaan Masyarakat yang berlokasi di daerah Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Lapangan (Field Research). Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan metode wawancara.Wawancara yang dilakukan meliputi beberapa aspek, diantaranya Manager Baitul Maal, Staff Pemberdayaan Program Pemberdayaan Ekonomi, perwakilan dari masing-masing program pemberdayaan; Simbah Harjo Development, Depo Simbah Harjo, dan Jogjinawi. Sistematika yang dijalankan diantara program tentu berbeda, tergantung jenis program yang di dampingi. Akad yang digunakan cenderung berupa Qard dan dana Hibah. Hasil penelitian ini menunjukan beberapa aspek yakni, Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Beringharjo memiliki peran ganda dimana mencakup fungsi sosial dan fungsi komersial. Baitul maal berfungsi sebagai pihak yang bertugas menerima dan menyalurkan dana non-profit seperti zakat, infaq, dan sedekah dengan model pemberdayaan masyarakat. Sedangkan Baitul Tamwil mengelola dana secara komersil dengan bentuk koperasi. Penghimpunan dana di BMT Beringharjo masingmasing berbeda antara Baitul Maal dan BaitulTamwil. Baitul Maal menghimpun dana internal dan eksternal. Masyarakat terutama Penerima Manfaat lah yang harus menjadisubjek dari pemberdayaan itu sendirisehingga pemberdayaandapat berjalan dengan optimal, dan perlu dicatat, penerima manfaat mampu menentukan usaha dan cara kerja mereka sendiri dalam menjalankan usaha merupakan hal yang paling penting dalam tingkatan pemberdayaan. Dan hanya melalui cara itu saja program dan kegiatan pemberdayaan, atau pendampingan usaha terhadap masyarakat itu di uji.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56929
    Collections
    • Islamic Economics [1180]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV