Show simple item record

dc.contributor.authorA, Muhamad Yudha Sakti
dc.date.accessioned2025-07-15T07:58:30Z
dc.date.available2025-07-15T07:58:30Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56919
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya cara suatu negara dalam mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan dari negara lain. China sebagai negara pesaing negara-negara adidaya pastinya memiliki cara lain untuk bersaing sambil mengembangkan negara mereka. Posisi Genshin Impact sebagai salah satu produk Mihoyo yang merupakan perusahaan game milik China menjadi salah satu instrumen China dalam membangun citra baiknya melalui pasar game online Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan Alexander L. Vuving, Soft power Currencies, yang menyempurnakan Soft power karya Nye. Dan mengumpulkan beberapa tulisan terkait soft power, regulasi industri game China dan Genshin Impact dengan tujuan memberikan pemahaman serta informasi mendalam terkait bagaimana cara kerja soft power China melalui Genshin Impact di pasar game online Indonesia. Genshin Impact menggunakan 3 aspek untuk menjalankan soft power China, yakni beauty, brilliance, dan benignity. Aspekaspek tersebut mewakili beberapa hasil soft power, seperti memiliki nilai-nilai yang sama, kesamaan ideologi, rasa kagum, rasa simpati serta keinginan untuk meniru sehingga bisa sukses di pasar game online Indonesia. Peminat game yang masif, game bertemakan RPG dengan unsur anime, fleksibilitas Genshin Impact dan lain sebagainya adalah faktor yang membuat Genshin Impact bisa sukses di Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSoft power China pada Genshin Impacten_US
dc.subjectGenshin Impacten_US
dc.subjectChinaen_US
dc.subjectPasar Game Online Indonesiaen_US
dc.titleSoft Power China di Pasar Game Online Indonesia Melalui Game Genshin Impacten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19323217


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record