| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas kehidupan keluarga petani di
Dukuh Bibis, Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, yang
memiliki keterbatasan waktu akibat kesibukan bertani. Kondisi ini menimbulkan
tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam di lingkungan
keluarga. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola
pendidikan agama Islam yang diterapkan oleh keluarga petani serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan
penelitian terdiri dari tokoh masyarakat, orang tua (petani), dan anak-anak petani
setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola pendidikan
agama yang diterapkan, yaitu pola otoritatif, otoriter, dan permisif. Metode yang
digunakan dalam penerapan pola tersebut meliputi keteladanan, pembiasaan,
nasihat, kedisiplinan, dan pemeliharaan.
Pola otoritatif dinilai paling efektif dalam menumbuhkan pemahaman dan
praktik keagamaan anak. Sebaliknya, pola permisif cenderung memberikan hasil
yang kurang optimal. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pendidikan
agama ini dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal seperti kesibukan orang tua,
tingkat pendidikan, dan kesadaran religius keluarga, serta faktor eksternal seperti
pengaruh lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Kesimpulannya, meskipun
menghadapi keterbatasan, sebagian keluarga petani tetap berusaha menjalankan
pendidikan agama Islam dengan sungguh-sungguh, sehingga diperlukan dukungan
dari berbagai pihak agar proses ini dapat berjalan lebih efektif. | en_US |