Show simple item record

dc.contributor.authorFirmana, M Wahyu Toha
dc.date.accessioned2025-07-11T08:39:14Z
dc.date.available2025-07-11T08:39:14Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56855
dc.description.abstractPerselingkuhan merupakan perbuatan yang dilarang oleh agama dan norma, salah satu aktifitas perselingkuhan yang sering terjadi ialah, tidak menjaga batasanbatasan yang telah diatur dalam syariat islam. Dampak dari permasalahan tersebut dapat menghilangkan keharmonisan dalam berkeluarga, karena norma dan agama dianggap sebagai formalitas tetapi tidak untuk penerapannya. Sejatinya perselingkuhan terjadi ketika kesempatan itu ada. penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus explanatory. Penelitian Deskriptif mengacu pada pendekatan penelitian di mana peneliti menganalisis fenomena, pengalaman hidup individu, dan mendorong individu atau kelompok untuk merefleksikan kehidupan mereka sendiri. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan hukum islam terkait dengan batasan-batasan mahrom belum sepenuhnya diterapkan dalam berkeluarga, karena ipar sering kali memiliki hubungan yang sangat dekat dengan keluarga , namun kedekatan ini tidak boleh menjadi alasan untuk melanggar batas dalam islam. Rasulullah menegaskan bahwa seorang ipar , paman, bibi, atau sepupu tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah seorang perempuan atau laki laki tanpa kehadiran mahram.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerselingkuhanen_US
dc.subjectKeharmonisanen_US
dc.subjectIparen_US
dc.titlePerselingkuhan dan Moralitas dalam Perspektif Hukum Islam : Analisis Film “ Ipar Adalah Maut”en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18421125


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record