| dc.description.abstract | Sektor konstruksi merupakan salah satu industri dengan tingkat risiko
kecelakaan kerja tertinggi akibat lingkungan kerja yang dinamis dan penuh potensi
bahaya. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melalui Departemen Jasa Perawatan &
Operasional Fasilitas memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan
operasional gedung melalui kegiatan perawatan fasilitas. Kegiatan ini seringkali
melibatkan pekerjaan berisiko tinggi, sehingga penerapan sistem keselamatan dan
kesehatan kerja menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan perawatan bangunan, mengidentifikasi
potensi kegagalan pada setiap tahapan pekerjaan, serta merumuskan tindakan
pengendalian risiko menggunakan pendekatan Identifikasi, Evaluasi, Risiko
Bahaya, dan Lingkungan (IERBDL).
Metodologi yang digunakan mencakup identifikasi langsung terhadap 17
paket pekerjaan perawatan di Gedung Pusat Manajemen (GPM) PTDI. Pekerjaan
dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama, yaitu arsitektur, struktur, dan
mekanikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya 107 potensi bahaya yang
teridentifikasi dari seluruh paket pekerjaan. Tindakan pengendalian risiko
diterapkan berdasarkan hierarki pengendalian, dengan tindakan administratif
sebagai yang paling dominan (202 tindakan), diikuti oleh pengendalian teknis (71
tindakan), dan penggunaan alat pelindung diri (6 tindakan). Pengendalian melalui
eliminasi dan substitusi tidak dapat diterapkan karena keterbatasan pada sifat
pekerjaan dan peralatan yang digunakan.
Hasil ini menunjukkan pentingnya penerapan sistem manajemen
keselamatan kerja yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam kegiatan perawatan
bangunan. Pendekatan IERBDL terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan
mengelola risiko, serta dapat menjadi acuan untuk peningkatan budaya keselamatan
kerja yang lebih proaktif dan kolaboratif. | en_US |