• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Civil Engineering and Planning
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Civil Engineering and Planning
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi dan Biaya Pelaksanaannya pada Pekerjaan Bore Pile di Proyek Konstruksi Jalan (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo - Yogyakarta - NYIA Kulon Progo Seksi II Paket 2.1)

    Thumbnail
    View/Open
    23914001.pdf (18.57Mb)
    Date
    2025
    Author
    Pratama, Aditia Ilham
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi di Indonesia masih tergolong tinggi, terutama pada proyek-proyek infrastruktur seperti jalan tol. Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo Seksi II Paket 2.1 merupakan proyek dengan risiko tinggi karena berada di antara dua sesar aktif, yaitu Sesar Opak dan Sesar Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan pada pekerjaan bore pile, menentukan langkah-langkah pengendalian risiko kecelakaan konstruksi, dan menghitung rencana anggaran biaya (RAB) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMKK) pada pekerjaan bore pile. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk analisis potensi bahaya serta Construction Safety Analysis (CSA) sesuai Permen PUPR No. 10/PRT/M/2021. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan penyedia jasa serta petugas K3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 51 potensi bahaya yang diklasifikasikan ke dalam empat aspek yaitu pekerja (18), peralatan (12), material/mutu (14), dan lingkungan/keselamatan publik (7). Pengendalian risiko dilakukan melalui pendekatan hirarki pengendalian risiko, sebanyak 42 tindakan pengendalian risiko berhasil diidentifikasi, yang didominasi oleh pengendalian administratif (25), disusul oleh pengendalian rekayasa teknis (10), dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (7). Hasil analisis anggaran menunjukkan bahwa komponen terbesar dialokasikan untuk Rambu dan Perlengkapan Lalu Lintas (26,15%) serta Personil Keselamatan Konstruksi (25,03%). Total biaya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) mencapai Rp 1,83 miliar atau setara dengan 0,524% dari total biaya pekerjaan bore pile sebesar Rp 350 miliar. Penelitian ini diharapkan dapat mebantu dalam peningkatan keselamatan kerja pada proyek khususnya pada pekerjaan bore pile, serta membantu dalam perencanaan anggaran keselamatan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56845
    Collections
    • Master of Civil Engineering and Planning [219]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV