| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kurikulum
internasional dalam mendukung pembelajaran Islam pada Sekolah Dasar. Pada era
globalisasi, kurikulum internasional memberikan tantangan dan peluang bagi
pengembangan pendidikan Islam, terutama dalam membangun kompetensi dan
pemahaman yang relevan bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis implementasi kurikulum internasional di SD Islam Al-Azhar Cairo
Yogyakarta dan Brainy Bunch International School Kuala Lumpur.
Penelitian ini menggukan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara,
observasi dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah SD Islam Al-Azhar Cairo
Yogyakarta dan Brainy Bunch International School Kuala Lumpur. Subjek dari
penelitian adalah kepala sekolah, Guru Pendidikan Agama Islam, dan Bidang
Kurikulum. Teknik keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu
triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik penentuan informan dalam
penelitian ini yaitu purposive sampling, dan teknik pengumpulan data pada
penelitian ini yaitu observasi partisipatif, wawancara mendalam.
Hasil dari penelitian ini adalah implementasi kurikulum internasional yang
diterapkan di SD Islam Al-Azhar Cairo Yogyakarta mengacu pada kurikulum AlAzhar Cairo Mesir, sedangkan di Brainy Bunch Kuala Lumpur mengacu pada
kurikulum NAMC. Dari hasil data yang telah peneliti analisis, dapat
mendekripsikan bahwa penarapan kurikulum internasional pada pembelajaran PAI
di SD Islam Al-Azhar Cairo Yogyakarta bertujuan untuk mencetak generasi yang
menerapkan nilai-nilai Islam sejak dini pada siswa, dan Brainy Bunch Kuala
Lumpur bertujuan untuk menciptakan pemimpin yang menanamkan nilai Islam
pada dunia dengan mengintegrasikannya pada dunia modern saat ini. Yaitu, dengan
cara menggunakan teknologi sebagai media ajar pada siswa. Dengan demikian,
siswa dapat menghubungkan ajaran Islam dengan perspektif global. Implementasi
kurikulum internasional di SD Islam Al-Azhar Cairo Yogyakarta dan Brainy Bunch
Kuala Lumpur didukung dengan adanya kebijakan kepala sekolah, kemampuan
pedagogik pengajar, fasilitas kelas, memiliki banyak program pendukung, suasana
sekolah dan suasana belajar dan asesmen atau evaluasi. | en_US |