Show simple item record

dc.contributor.authorRahmasari, Alya Putri
dc.date.accessioned2025-07-10T07:54:32Z
dc.date.available2025-07-10T07:54:32Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56828
dc.description.abstractPenelitian ini didasarkan pada kegigihan tradisi melarang pernikahan pada hari-hari nahas yang dipahami sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan upaya untuk menghindari hal-hal buruk yang diyakini terjadi jika pernikahan dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu yang dianggap sebagai hari nahas. Tradisi ini tumbuh dalam komunitas yang didominasi Muslim dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional dan warisan budaya lokal. Penelitian ini difokuskan pada pertanyaan-pertanyaan utama: (1) bagaimana pandangan masyarakat terhadap larangan perkawinan pada hari nahas di Kelurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, (2) bagaimana hubungan dialektis antara hukum Islam dan hukum adat dalam tradisi melarang perkawinan pada hari tidak bahagia, (3) bagaimana penelitian tradisi ini jika dilihat dari sudut pandang istislah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria informan meliputi tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat lokal serta analisis data yang dilakukan secara interaktif melalui tahapan pengumpulan data, pengurangan, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dihasilkan tiga temuan, yaitu (1) masyarakat memiliki pandangan yang beragam terhadap tradisi ini, mulai dari yang bertanggung jawab atas warisan tradisi hingga yang kritis namun tetap menghormati, (2) tradisi ini mencerminkan adanya dialektika hukum Islam dan hukum adat sebagaimana dijelaskan dalam teori receptie in complexu, dan (3) dari perspektif istislah, tradisi ini membawa manfaat sosial selama tidak diyakini sebagai takhayul, sehingga masuk ke dalam 'urf sahih dan tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDialektikaen_US
dc.subjectHukum Islam dan Hukum Adaten_US
dc.subjectIstislahen_US
dc.titleDialektika Hukum Islam dan Hukum Adat Perspektif Istislah: (Studi Kasus Larangan Menikah Pada Hari Nahas di Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21421031


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record