Strategi Frontliner dalam Mengelola Risiko Teknis Operasional Digital Islamic Network (DIN) di Bank Muamalat Kantor Cabang Yogyakarta
Abstract
Perkembangan teknologi digital mendorong dunia perbankan untuk terus
berinovasi dalam memberikan layanan kepada nasabah. Salah satu bentuk inovasi
yang dilakukan oleh Bank Muamalat Indonesia adalah pengembangan layanan
Muamalat Digital Islamic Network (DIN). Dalam pelaksanaannya, layanan ini tidak
terlepas dari risiko teknis operasional yang memerlukan peran aktif frontliner
sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab risiko teknis operasional pada
layanan Muamalat DIN, menganalisis peran serta tantangan yang dihadapi
frontliner, dan mengevaluasi strategi yang diterapkan untuk mengurangi risiko
tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi
pustaka selama praktik magang enam bulan di Bank Muamalat Kantor Cabang
Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa risiko teknis operasional yang
terjadi meliputi kesalahan input data oleh nasabah (human error), gangguan sistem,
kurangnya pemahaman frontliner terhadap layanan digital, serangan siber seperti
phising atau modus penipuan, serta komunikasi yang tidak efektif antar tim.
Frontliner memiliki peran penting dalam mendeteksi dini risiko, memberikan
edukasi kepada nasabah, serta menjembatani komunikasi antara nasabah dan sistem
internal bank. Strategi mitigasi yang diterapkan meliputi pelatihan rutin frontliner,
penggunaan sistem pelaporan digital real-time seperti MessagePopup, serta
kolaborasi dengan Lembaga eksternal seperti Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Collections
- Financial Analysis [22]
