Show simple item record

dc.contributor.authorHasyim, Muhammad Khoirul Ummang
dc.date.accessioned2025-07-10T04:04:59Z
dc.date.available2025-07-10T04:04:59Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56802
dc.description.abstractProyek Pembangunan Rumah Susun Politeknik Pariwisata Batam dilaksanakan di tengah kondisi medan proyek yang sulit yakni diapit oleh dua lereng. Lokasi proyek yang berada diantara lereng dan jurang menyebabkan pekerjaan struktur atas berbahaya seperti jatuh dari ketinggian. Lereng disini berupa lereng alami yang didominasi dengan batuan kecil. Sedangkan jurang disini berupa jurang buatan yang berasal dari tanah timbunan. Selain itu, para pekerja jarang yang memperhatikan keselamatan pada proses pelaksanaan konstruksi yang rumit ini. Padahal potensi bahaya dan risiko akan selalu ada dalam setiap pekerjaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, dan melakukan pengendalian risiko pada pekerjaan struktur atas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan acuan AS/NZS 4360:2004 dan pendekatan perhitungan matematika risiko dari William T. Fine. Selain itu, dilakukan identifikasi risiko yang dilanjutkan penilaian risiko berdasarkan tiga parameter consequences, exposure, dan probability. Setelah itu dilakukan penilaian ulang guna mendapatkan level risiko yang terbaru. Peneliti menyajikan analisis dan pembahasan dalam metode semi-kuantitatif. Hasil identifikasi pada pekerjaan struktur atas di Proyek Pembangunan Rumah Susun Politeknik Pariwisata Batam didapatkan 43 bahaya pada pekerjaan persiapan kolom, balok, dan pelat lantai, 47 bahaya pada pekerjaan kolom, 55 bahaya pada pekerjaan balok, dan 55 bahaya pada pekerjaan pelat lantai. Setelah dilakukan penilaian terdapat 26 bahaya intolerable region, 6 bahaya tolerable region, dan 11 bahaya acceptable region pada pekerjaan persiapan. Pada pekerjaan kolom terdapat 31 bahaya intolerable region, 11 bahaya tolerable region, dan 5 bahaya acceptable region. Pada pekerjaan balok terdapat 37 bahaya intolerable region, 11 bahaya tolerable region, dan 7 bahaya acceptable region. Pada pekerjaan pelat lantai terdapat 40 bahaya intolerable region, 8 bahaya tolerable region, dan 7 bahaya acceptable region. Kemudian dilakukan pengendalian risiko dan penilaian ulang sehingga tidak didapatkan bahaya intolerable region. Pada pekerjaan persiapan terdapat 10 bahaya tolerable region dan 33 bahaya acceptable region. Pada pekerjaan kolom didapatkan 9 bahaya tolerable region dan 38 bahaya acceptable region. Pada pekerjaan balok terdapat 13 bahaya tolerable region dan 42 bahaya acceptable region. Pada pekerjaan pelat lantai terdapat 13 bahaya tolerable region dan 42 bahaya acceptable region.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStruktur Atasen_US
dc.subjectAS/NZS 4360:2004en_US
dc.subjectWilliam T. Fineen_US
dc.subjectBahayaen_US
dc.subjectRisikoen_US
dc.titleAnalisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerjaan Struktur Atas menggunakan Standar AS/NZS 4360:2004en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21511113


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record