Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerjaan Struktur Atas menggunakan Standar AS/NZS 4360:2004
Abstract
Proyek Pembangunan Rumah Susun Politeknik Pariwisata Batam dilaksanakan di tengah
kondisi medan proyek yang sulit yakni diapit oleh dua lereng. Lokasi proyek yang berada diantara
lereng dan jurang menyebabkan pekerjaan struktur atas berbahaya seperti jatuh dari ketinggian.
Lereng disini berupa lereng alami yang didominasi dengan batuan kecil. Sedangkan jurang disini
berupa jurang buatan yang berasal dari tanah timbunan. Selain itu, para pekerja jarang yang
memperhatikan keselamatan pada proses pelaksanaan konstruksi yang rumit ini. Padahal potensi
bahaya dan risiko akan selalu ada dalam setiap pekerjaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, dan melakukan pengendalian risiko pada pekerjaan
struktur atas.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan acuan AS/NZS 4360:2004 dan pendekatan
perhitungan matematika risiko dari William T. Fine. Selain itu, dilakukan identifikasi risiko yang
dilanjutkan penilaian risiko berdasarkan tiga parameter consequences, exposure, dan probability.
Setelah itu dilakukan penilaian ulang guna mendapatkan level risiko yang terbaru. Peneliti
menyajikan analisis dan pembahasan dalam metode semi-kuantitatif.
Hasil identifikasi pada pekerjaan struktur atas di Proyek Pembangunan Rumah Susun
Politeknik Pariwisata Batam didapatkan 43 bahaya pada pekerjaan persiapan kolom, balok, dan pelat
lantai, 47 bahaya pada pekerjaan kolom, 55 bahaya pada pekerjaan balok, dan 55 bahaya pada
pekerjaan pelat lantai. Setelah dilakukan penilaian terdapat 26 bahaya intolerable region, 6 bahaya
tolerable region, dan 11 bahaya acceptable region pada pekerjaan persiapan. Pada pekerjaan kolom
terdapat 31 bahaya intolerable region, 11 bahaya tolerable region, dan 5 bahaya acceptable region.
Pada pekerjaan balok terdapat 37 bahaya intolerable region, 11 bahaya tolerable region, dan 7
bahaya acceptable region. Pada pekerjaan pelat lantai terdapat 40 bahaya intolerable region, 8
bahaya tolerable region, dan 7 bahaya acceptable region. Kemudian dilakukan pengendalian risiko
dan penilaian ulang sehingga tidak didapatkan bahaya intolerable region. Pada pekerjaan persiapan
terdapat 10 bahaya tolerable region dan 33 bahaya acceptable region. Pada pekerjaan kolom
didapatkan 9 bahaya tolerable region dan 38 bahaya acceptable region. Pada pekerjaan balok
terdapat 13 bahaya tolerable region dan 42 bahaya acceptable region. Pada pekerjaan pelat lantai
terdapat 13 bahaya tolerable region dan 42 bahaya acceptable region.
Collections
- Civil Engineering [4722]
