• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pemberdayaan Masyarakat oleh Pengelola Desa Wisata Gabugan Perspektif Prinsip – Prinsip Ekonomi Islam

    Thumbnail
    View/Open
    18423038.pdf (1.952Mb)
    Date
    2025
    Author
    Andrianto, Dimas
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini mengkaji praktik pemberdayaan masyarakat oleh pengelola Desa Wisata Gabugan (Dewiga) dalam perspektif prinsip-prinsip ekonomi Islam. Terletak di Sleman, Yogyakarta, Dewiga merupakan desa wisata maju yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan potensi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk pemberdayaan, mengidentifikasi kesesuaiannya dengan prinsip ekonomi Islam, serta menilai kesenjangan antara praktik dan nilai normatif Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup pengelola dan masyarakat desa. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman dan divalidasi melalui triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan berbasis Community-Based Tourism (CBT) diterapkan melalui pemanfaatan potensi lokal seperti pertanian, UMKM, dan budaya. Implementasi melibatkan homestay, pemanduan wisata oleh pemuda, pelatihan, dan edukasi budaya. Dampaknya terlihat pada peningkatan ekonomi warga,solidaritassosial, dan penguatan identitas lokal. Analisis terhadap prinsip ekonomi Islam menunjukkan bahwa nilai tauhid hadir dalam niat ibadah, namun belum terlembaga secara formal. ‘Adl tercermin dalam distribusi peran yang terbuka, meski belum merata. Nubuwwah terlihat dari amanah dan transparansi pengelola, tetapi profesionalisme masih terbatas. Khilafah tampak dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dan ma’ad muncul dalam kesadaran spiritual, meski belum didukung sistem dana sosial syariah. Kesenjangan utama terletak pada keterlibatan yang belum merata dan belum terinstitusionalisasinya nilai spiritual. Rekomendasi mencakup penguatan inklusivitas, pelembagaan nilai Islam dalam program sosial, serta peningkatan kapasitas kepemimpinan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/56800
    Collections
    • Islamic Economics [1180]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV