Show simple item record

dc.contributor.authorKinanti, Suryaning Lintang Sekar
dc.date.accessioned2025-07-10T03:32:40Z
dc.date.available2025-07-10T03:32:40Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/56794
dc.description.abstractLatar belakang: Pasien ICU memiliki risiko tinggi terhadap infeksi, sehingga memerlukan terapi antibiotik. Penggunaan antibiotik berpengaruh pada keberhasilan terapi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola pemberian antibiotik dengan respons klinis pasien ICU, menganalisis pengaruh pola terhadap parameter PK/PD, serta mengidentifikasi faktor klinis yang memengaruhi efektivitas terapi antibiotik. Metode: Penelitian observasional deskriptif-analitik dengan pendekatan retrospektif terhadap 62 pasien ICU di RSA UGM yang menerima terapi antibiotik pada tahun 2024. Analisis Data: Data pasien dianalisis menggunakan perangkat lunak Monolix dan SPSS. Parameter PK yang dianalisis mencakup clearance dan volume distribusi, sementara parameter PD meliputi IC50, kout, dan gamma. Pengaruh faktor klinis seperti usia, berat badan, dan jenis kelamin terhadap parameter PK/PD dianalisis menggunakan uji korelasi dan Wald. Uji Chi-Square dilakukan untuk mengetahi hubungan pola pemberian antibiotik dengan respons klinis. Hasil: Antibiotik yang paling sering digunakan adalah meropenem, seftriakson, dan Levofloxacin. Efektivitas klinis tertinggi ditemukan pada Meropenem 1 g/12 jam dan Levofloxacin 750 mg/24 jam (85,7%). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara pola pemberian antibiotik dan respons klinis (p=0,479). Model terbaik untuk meropenem adalah indirect response dengan mekanisme inhibition of production, dengan nilai IC50 sebesar 1,91 (RSE 4,12%). Grafik observations vs predictions menunjukkan proporsi outlier <10%, menandakan prediksi model cukup akurat. Faktor usia dan berat badan diketahui memengaruhi parameter PK/PD, khususnya IC50 dan kout. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara pola pemberian antibiotik dan respons klinis. Pola pemberian antibiotik memengaruhi parameter PK/PD, dan pemodelan populasi dapat mendukung optimalisasi terapi pada pasien ICU.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPasien ICUen_US
dc.subjectAntibiotiken_US
dc.subjectFarmakokinetik-farmakodinamiken_US
dc.subjectPola Pemberianen_US
dc.titleEvaluasi Penggunaan Antibiotik di Unit Perawatan Intensif: Analisis Pada Hasil Terapi dan Parameter PK/PDen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21613223


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record