| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi teknologi dan
penghindaran pajak terhadap return saham, dengan keamanan siber sebagai variabel mediasi,
pada sektor perbankan di Indonesia selama periode 2018–2023 yang mencakup masa sebelum,
saat, dan setelah pandemi COVID-19. Return saham dipandang sebagai indikator utama dalam
mencerminkan respons pasar terhadap kinerja, tata kelola, serta kemampuan bank dalam
beradaptasi terhadap tekanan eksternal, termasuk digitalisasi dan kebijakan fiskal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari
perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analisis dilakukan dengan
metode regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak Stata/MP 17. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan penghindaran pajak tidak berpengaruh signifikan
terhadap return saham, dan keamanan siber juga tidak berpengaruh secara langsung maupun
sebagai variabel mediasi. Nilai koefisien determinasi yang sangat rendah dalam model
menunjukkan bahwa variabel-variabel yang diuji tidak mampu menjelaskan variasi return
saham secara substansial.
Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain di luar inovasi teknologi,
penghindaran pajak, dan keamanan siber kemungkinan lebih dominan dalam memengaruhi
return saham sektor perbankan, terutama dalam konteks ketidakpastian global akibat pandemi.
Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur mengenai tata kelola risiko
dan strategi keuangan bank, serta menjadi masukan bagi manajemen bank dan investor dalam
memahami dinamika pasar modal yang lebih kompleks. | en_US |